Sidang Ditunda, Wanas Yakin Kades Lamunti Bakal Bebas Tanpa Syarat

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Sidang perkara tindak pidana penggelapan uang koperasi Globalindo Mitra Sejati yang menyeret Kepala Desa Lamunti Permai, Kecamatan Mantangai Supratman (36) terpaksa ditunda. Pasalnya, menurut Penasehat Hukum terdakwa, Wanas Unan Sawang SH MH, mengatakan penundaan tersebut disebabkan redaksi dari majelis hakim belum siap. “Jadi sidang yang mengagendakan putusan ditunda. Dan besok (Red-Kamis) digelar,” ucap yang disapa Wanas itu, Rabu (29/3) petang usai bersidang.

Dia mengatakan, dirinya sangat yakin bahwa kliennya akan bebas tanpa bersyarat. “Karena selama dipersidangan tidak ada pihak yang dirugikan. Dan penggelapan itu tidak ada,” ujarnya kepada awak media.

Melihat selama ini dipersidangan, lanjutnya, antara dakwaan dan tuntutan itu tidak berkesesuaian. “Seperti didakwakan kerugiannya Rp25 juta. Sedangkan dituntutan kerugiannya Rp111 juta. Jadi ini lucu,” sebut Wanas.

Maka, tambah Wanas, perkara ini nampaknya pesanan. Sebab dakwaan dibuat tanggal 20 Desember 2016, dan tahap II atau P21 nya tertanggal 28 Desember 2016. Jadi perkara ini aneh,” herannya.

Kemudian, sambungnya, perkara kliennya itu sebetulnya ranah perdata, bukan pidana. Karena koperasi tersebut ada undang-undang yang mengaturnya, yakni UU No 25 Tahun 1992. “Jadi ada tahapan-tahapannya. Yakni harus diselesaikan terlebih dulu di internal. Kemudian yang meminjam uang koperasi itu pun sudah mengembalikan. Jadi siapa yang dirugikan,” ujar Wanas.

Untuk diketahui, terdakwa dituntut jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Kapuas Ario Wicaksono SH MH dengan penjara satu tahun enam bulan. (hd)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...