Seorang Ayah di Pandeglang Cabuli Anak Tiri Gara-gara Iseng

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Perilaku bejat seorang ayah terhadap anaknya kembali terjadi di Pandeglang. Kali ini, seorang pria paruh baya yang berprofesi sebagai petani, mencabuli anak tirinya yang baru berusia 4 tahun 10 bulan. Ironisnya, gadis malang itu merupakan anak dari isterinya yang ketujuh.

Pelaku yang merupakan warga Desa Cipedang, Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak, melakukan tindakan tak senonohnya itu di rumah isteri ketujuhnya yang beralamat di Desa Sumurbatu, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Parahnya, dari pengakuan pelaku terungkap bahwa aksi bejatnya tersebut berawal dari keisengannya ketika menunggu ibunda korban membeli nasi uduk.

Belakangan perbuatan bejat pelaku terungkap setelah korban mengungkapkan perbuatan ayah tirinya itu kepada ibu kandungnya.

Kapolres Pandeglang, AKBP Ary Satriyan mengatakan, pelaku sudah tujuh kali menikah. Perbuatan itu dilakukan lantaran tak kuasa membendung hawa nafsunya. Namun demikian, Polres belum menemukan adanya korban lain selain anak tiri tersebut.

“Dari keterangan pelaku, tindakan itu baru pertama kali dilakukan. Perbuatan itu dilakukan karena hawa nafsu yang tidak terbendung,” ujar Kapolres saat menggelar Konferensi Pers di halaman Polres Pandeglang, Kamis (9/3/2017).

Sementara menurut pengakuan pelaku, Suhra (48), dirinya hanya memasukkan jari dan hanya sekali melakukannya sekali di rumah. Bahkan dirinya membantah melakukan ancaman terhadap korban dalam melancarkan aksinya itu.

“Cuma pake jari, itu pun cuma sekali. Saat itu kebetulan istri lagi beli nasi uduk, nah entah kenapa terbenak dalam pikiran saya untuk melakukan itu,” kilahnya.

Atas perbuatannya, Suhra dijerat pasal 76D dan 76E jo pasal 82 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...