Semua Masyarakat Bertanggung Jawab Lahirkan Generasi yang Baik

MENARAnews, Medan (Sumut) – Segenap elemen masyarakat harus bekerjasama melahirkan generasi yang baik. Indonesia diberi bonus demografi, yaitu 50 persen lebih berada pada usia kerja. Disebut bonus karena man power tersebut dapat dijadikan penggerak pembangunan bangsa Indonesia.

Kondisi ini ibarat pisau bermata dua, positif bila SDM-nya mampu menggerakkan pembangunan, namun jadi negatif bila justru menjadi beban.

“Karena itu, bangsa ini dihadapkan pada tantangan bersama, yaitu bagaimana menjadikan warga usia produktif ini memiliki SDM yang menyumbang pada pembangunan,” tutur Prof Dr Hasan Bakti Nasution, MA.

Menurut Guru Besar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara ini, pembangunan karakter bangsa harus diarahkan pada gerakan revolusi mental. Tujuannya untuk menanamkan rasa percaya diri pada kemampuan sendiri dan memantapkan optimisme dan daya kreatif masyarakat dalam menghadapi rintangan dan kesulitan.

“Nilai-nilai esensial meliputi etos kemajuan, etika kerja, motivasi berprestasi, disiplin, taat hukum dan aturan, berpandangan optimistis, produktif, inovatif dan berorientasi pada kebajikan publik dan kemashlahatan umat.

“Semuanya bermuara pada nilai-nilai Pancasila yang digali dari muatan agama, yaitu berketuhanan, berkemanusiaan, bersatu, berdemokrasi dan berkeadilan,” tambahnya.

Penanaman nilai-nilai keagamaan, sosial budaya dan cinta kasih sayang harus dilaksanakan mulai dari sebuah keluarga. Begitu juga pendidikan dan sosialisasi harus dimulai dari keluarga sebagai dunia pertama bagi anak.

“Orang baik disebabkan oleh internal dan eksternal. Internal yaitu memang dari dalamnya baik, sedangkan eksternal, lingkungannya mendorong dia menjadi baik, karena tidak ada peluang menjadi jahat,” tambahnya lagi.

“Maka, menjadi orang baik di era globalisasi ini memang lebih sulit. Mengapa? Karena tarikan menjadi jahat lebih kuat karena lingkungan yang rusak saat ini. Segenap elemen masyarakat harus bekerjasama melahirkan generasi yang baik, sebab Allah tidak akan mengubah nasib anda sebelum anda sendiri yang mengubahnya,” pungkasnya. (SN)

Comments
Loading...