Ratusan Warga Benangin Unjuk Rasa di Wilayah Tapal Batas Kalteng Kaltim

MENARAnews, Muara Teweh (Kalteng) – Belum terselesaikannya permasalahan tata batas antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, tepatnya di areal konsesi PT. Bharinto Ekatama/BEK membuat masyarakat Desa Benangin 1 dan 5, Kecamatan  Teweh Timur merasa gerah sehingga ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa damai siang (16/3) tadi.
Korlap aksi sekaligus Kepala Desa Benangin 1, Yudi Hartono meminta kepada Pemerintah Provinsi Kalteng dan Kaltim untuk sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan tata batas, karena dampak dari permasalahan tata batas ini adalah masyarakat Kalteng yang merasa dirugikan, terutama masyarakat Benangin 1 dan 5.
Selain itu, pihaknya juga meminta kepada manajemen PT. BEK untuk menghentikan sementara ekplorasi penambangan batu bara yang masuk kedalam wilayah Kab. Batara, sesuai dengan pemasangan tapal batas oleh Wagub Kalteng pada November 2016 silam yang disaksikan oleh warga Desa Benangin.
“kami datang kesini atas dasar kesadaran masyarakat yang merasa sangat dirugikan, sudah lama kami tahan dan menunggu penyelesaian dari pihak pemerintah, tapi sampai saat ini belum ada hasilnya,” tambahnya.
Pihaknya juga meminta kepada manajemen PT. BEK untuk menghargai segala upaya dan langkah yang dilakukan oleh masyarakat serta Pemkab dan Pemprov Kalteng, karena selama ini terkesan bahwa PT. BEK menghiraukan segala himbauan yang telah dikeluarkan.
Untuk diketahui, dalam aksi unjuk rasa dihadiri oleh M Tufik selaku Camat Teweh Tengah, Letda Heri S selaku Danramil Teweh Tengah, Ipda Firmansyah Kapolsek Teweh Tengah, dan jajaran dari Polres Kutai Barat. (Adr)
Editor: Hidayat
Comments
Loading...