Ranperda Retribusi Jasa Usaha Diharapkan Mampu Mendorong Peningkatan PAD

MENARAnews, Padang (Sumatera Barat) –  Rapat Paripurna yang digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sumatera Barat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Arkadius Datuak Intan Bano mempunyai 2 agenda utama.

Yang Pertama, kata Arkadius, adalah pembahasan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang merupakan bagian dari 19 Ranperda yang sudah masuk dalam Propem Perda tahun 2017. Tiga Ranperda tersebut adalah Ranperda tentang Perubahan Perda nomor 2 tahun 2013 tentang Ketenagalistrikan, Ranperda tentang Penyusunan Program Pembentukan Perda serta Ranperda tentang Perubahan atas Perda No. 1 tahun 2016 tentang  Retribusi Jasa Usaha.

“Ketiga Ranperda tersebut perlu segera dibahas karena menyangkut kebutuhan hidup bagi masyarakat Sumbar. Ranperda Ketenagalistrikan diharapkan mampu memberikan jaminan terhadap ketersediaan pasokan tenaga listrik agar mencukupi dan memadahi bagi masyarakat, serta diharapkan mampumendorong investasi,” kata Arkadius.

Yang tidak kalah penting, lanjut Arkadius, adalah Ranperda terkait Retribusi Jasa Usaha yang diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dengan penggalian potensi sumber-sumber retribusi untuk kepentingan pembangunan daerah.

“Sehingga Ranperda Retribusi Jasa Usaha juga akan menjadi sumber PAD yang akan berguna bagi pembangunan daerah, karena sumber retribusi ini banyak sekali apabila digali secara maksimal,” ungkapnya.

Agenda yang Kedua, adalah pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Tata Tertib DPRD. Namun karena terjadi pro kontra dari peserta rapat paripurna, maka rapat sempat di skros selama 15 menit. Selanjutnya keputusan terkait Pembentukan Pansus tersebut adalah ditunda sampai ada pembahasan selanjutnya.(MP)

Comments
Loading...