Rakornas 2018 Diharapkan Hasilkan Rancangan Kebijakan Strategis dan Lebih Implementatif

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Menghadapi tantangan globalisasi, kegiatan penelitian dan pengembangan merupakan salah satu indikator dan faktor kunci peningkatan daya saing daerah. Hal itu, perlu apresiasi yang besar untuk mendorong dan memberdayakan peran dan fungsi Litbang tersebut.

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Syahrin Daulay, mengatakan dengan Rakornas tersebut mendapatkan hasil kebijakan yang bagus dan mampu membangun daerah.

“Melalui Rakornas ini kita harapkan dapat menghasilkan rancangan kebijakan strategis yang lebih implementatif untuk mendorong peningkatan peran dan fungsi Kelitbangan dalam mendukung terselenggaranya pemerintahan dalam negeri baik tingkat nasional maupun daerah, melalui penguatan program Kelitbangan,” katanya saat acara Rakornas di swissbell hotel, Rabu (15/3) malam.

Lanjut dia, tema yang diangkat dalam Rakornas Kelitbangan 2017 yaitu peran strategis perangkat penelitian dan pengembangan sebagai poros perumus kebijakan dalam mendorong inovasi daerah, sangat tepat bagi daerah.

Terlebih lagi, ujarnya, salah satu poin yang akan dibahas dalam rakornas adalah masalah pengelolaan dan pemanfaatan kehutanan berbasis kearifan lokal. Hal itu sesuai dengan program pemerintah provinsi dalam memanfaatkan dan mengelola hutan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. “Di situ peran Litbang sangat diperlukan agar program tersebut lebih terarah, terintegrasi dan terukur,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Plt. Kepala BPP, Dody Riyadmadji mengungkapkan, Kota Palangka Raya dipilih sebagai tuan rumah perhelatan akbar BPP tahun ini disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya karena potensi Palangka Raya sebagai daerah dengan lahan hijau yang tinggi.

“Mengapa Palangka Raya? Karena eksistensi hutannya masih terasa, bukan semata-mata hanya mengolah kayu dari hutan tapi ada sumber-sumber yang lain selain kayu. Ada madu yang dapat dibudidayakan dari kayu, dan yang pasti karena paru-paru dunia cadangannya ada di Indonesia. Maka merawat hutan menjadi sesuatu yang sangat penting. Sehingga ini juga yang akan menjadi tema Rakornas kali ini,” katanya.

Selain itu Dodi juga menambahkan, kota Palangka Raya pernah disinggung oleh Presiden Joko Widodo terkait wacana peralihan ibu kota negara. “Ingat pidato Jokowi yang mengatakan coba di Kota Palangka Raya kita cari lahan sekian hektar agar bagaimana kalau Ibu Kota dipindah ke sana. Dari statement politik itu. Litbang harus bisa mengira-ngira bagaimana drainase di sini supaya bagus, tanah supaya tidak banjir, dsb. Karena Kalteng potensi bencananya sangat minimal. Itulah alasan mengapa Palangka Raya jadi tuan rumah, karena isu hutan dan statement Presiden,” ujarnya.

Sementara Kepala Bappeda Litbang Provinsi Kalteng Herson B Aden menjelaskan, Rakornas Kelitbangan Pemerintah Dalam Negeri 2017 di Palangka Raya, diikuti sebanyak 250 orang peserta yang terdiri dari Kepala Badan Litbang se Indonesia, kepala badan Litbang kementerian/LPNK, kepala badan Litbang kabupaten/kota dan SKPD.

“Rakornas ini sendiri akan dilaksanakan 3 hari dengan sejumlah agenda strategis yang akan dibahas, terutama terkait peningkatan peran dan fungsi Litbang,” ujar Herson. (AF)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...