Raja Salman Minat Berinvestasi di Tanjung Lesung, Administrator KEK Tunggu Hasil Penjajakan BWJ

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung mengaku tengah menunggu hasil penjajakan yang dilakukan oleh PT. Banten West Java (BWJ) dalam memastikan keminatan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud untuk berinvestasi di Tanjung Lesung.

Ketua Administrator KEK, Joyce Irmawanti membenarkan informasi bahwa Raja Salman tertarik untuk menanamkan modalnya di Tanjung Lesung. Bahkan ia mengakui jika taipan minyak asal Arab Saudi melalui utusannya sudah meninjau langsung lokasi Tanjung Lesung.

“Kemarin baru survei dulu ke lokasi, jadi masih dihandle BWJ, belum ke Administrator KEK. Administrator menunggu hasil penjajakan,” ujar Joyce saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (8/3/2017).

Namun demikian, Administrator tidak bisa terlibat langsung dalam melobi utusan Raja Salman untuk memastikan berinvestasi. Karena dalam persoalan bisnis, menjadi kewenangan PT. BWJ selaku pengelola KEK Tanjung Lesung. Administrator ungkap Joyce, baru akan terlibat ketika ada kepastian investasi untuk kemudian menandatangi perjanjian kerjasama.

“Ke kami kalau sudah pasti investasi, baru kita ngobrol. Kalau masih penjajakan bisnis, biasanya dengan BWJ. Kalau sudah MoU (Memorandum Of Understanding) baru kita akan terlibat,” imbuhnya.

Selain itu, Joyce juga belum dapat memastikan bentuk dan nilai investasi. Hanya saja ia memprediksi, keturunan ketujuh Raja Arab itu akan membangun investasi dibidang akomodasi dan restoran.

“Informasi investasi yang akan ditanamkan bergerak di sektor pariwisata, namun bidangnya belum pasti. Bisa saja akomodasi atau restoran. Ini baru pembicaraan awal, belum ada tindak lanjut,” terang Joyce.

Dia menambahkan, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan oleh pihaknya. Karena pengembangan KEK Tanjung Lesung mayoritas menjadi kewenangan Pemerintah Pusat dan Provinsi Banten. Namun, dirinya berharap, ketertarikan Raja Minyak itu dalam berinvestasi dapat segera terealisasi dengan luasan investasi yang signifikan sehingga pembangunan KEK segera selesai.

“Kami juga tidak ada persiapan khusus, karena masih ber proses. Kami siap saja melayani investasi. Tinggal koordinasi dengan rekan-rekan di pusat dan provinsi,” katanya.

Adapun sejauh ini Joyce menyebutkan, setidaknya ada 3 perusahaan yang telah berdiri dikawasan KEK, seperti PT. BWJ. Sedangkan tercatat ada 11 perusahaan yang telah menandatangani MoU untuk berinvestasi, diantaranya PT. Pelindo II, China Harbour, Telkom, dan President University.

General Manager Tanjung Lesung Beach Resort Widiasmanto menyebutkan, ada tiga potensi investasi yang dilirik oleh Raja Salman di kawasan Banten Selatan tersebut. Ketiga hal yakni fasilitas pendukung objek wisata yang ada disekitar Tanjung Lesung, kekayaan laut, dan agro tourism.

Ketertarikan Raja Salman terhadap ketiga potensi investasi di kawasan Banten Selatan tersebut diungkapkan oleh utusan raja yang saat ini tengah berlibur di Bali tersebut pada Jumat (3/3) lalu.

“Dia seperti orang yang memberikan rekomendasi, semacam tim penilai lah,” ujar Widiasmanto.

Jika investasi tersebut terwujud, dari sisi fasilitas pendukung, Raja Salman akan berinvestasi di bidang hotel, wahana permainan, dan fasilitas pendukung wisata lainnya. Sedangkan dari sisi kekayaan lain, Raja Salman melirik hasil laut yang ada di seputar kawasan Tanjung Lesung.

“Untuk agro tourism, kemarin kan pas datang kesini kita kasih kelapa muda, nah disanakan mungkin jarang kelapa muda, kelihatannya dia minat investasi di bidang ini,” ungkap Widiasmanto.

Pada kunjungan kemarin, perwakilan raja tersebut belum memberikan kepastian kapan investasi tersebut akan dilakukan dan nilai investasi yang akan dikucurkan oleh sang raja. Untuk mengawal kesempatan emas tersebut, menurut Widi pihaknya akan terus mengawal hingga keluar keputusan.

“Proposal sudah kita serahkan, selanjutnya akan kita bangun terus komunikasi dengan pihak raja. Kita minta doanya kepada semua pihak, karena investasi ini untuk kemajuan pariwisata di Banten Selatan,” pungkasnya. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...