Putusan MK Berpeluang Ditunda

MENARAnews, Jambi –  Sidang putusan dismisal atau lanjut tidaknya gugatan paslon Hamdi-Harmain atas sengketa Pilkada Tebo, yang jadwalnya hari ini berpeluang ditunda. Pasalnya, hingga kemarin pelapor maupun terlapor KPU Tebo belum menerima pemberitahuan untuk menghadiri persidangan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Kuasa hukum Hamdi-Harmain, Mudrika mengaku hingga saat ini belum menerima pemberitahuan untuk menghadiri persidangan di lembaga tinggi negara. Biasanya kata dia, tiga hari menjelang persidangan pihaknya sudah menerima pemberitahuannya.

“Kemungkinan ditunda, karena pada sidang sebelumnya majelis MK menyatakan jadwal sidang selanjutnya menunggu pemberitahuan dari MK,” kata Mudrika, kemarin.

Dugaan kuat kemungkinan penundaan ini lanjutnya, juga terkait hilangnya sejumlah berkas yang saat ini bersengketa di MK, termasuk berkas gugatan Pilkada Tebo. Namun pihaknya tetap akan menyambangi MK untuk menanyakan hal ini. “Besok (hari ini,red) kita akan ke MK,” imbuhnya.

Disinggung terkait berkas yang dicuri, apakah sudah ada petunjuk dari MK? Mudrika mengaku sampai saat ini belum mendapat informasi dari MK. Makanya hari ini pihaknya akan ke MK sekaligus menanyakan hal itu.

Lebih jauh Mudrika mengaku sangat optimis jika permohonannya akan dikabulkan oleh majelis MK.

Terpisah, Ketua KPU Tebo, Basri juga mengatakan jika pihaknya hingga kini belum menerima pemberitahuan untuk menghadiri persidangan di MK.

“MK mengirim pemberitahuan ke KPU RI, selanjutnya baru diemailkan ke KPU Tebo. Tapi sampai hari ini belum ada,” kata Basri, kemarin.

Dikatakannya, sidang putusan di MK sesuai jadwalnya yakni dilaksanakan 30 Maret sampai 5 April 2017.

“Yang jelas tanggal 5 April paling lambat sidang. Kita posisinya saat ini masih menunggu,” katanya.

Ditanya apakah KPU Tebo sudah diinformasikan oleh MK terkait pencurian berkas? “Kita belum mendapatkan informasi resmi dari MK terkait pencurian berkas itu,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, berkas Pilkada Tebo termasuk salah satu dari empat daerah yang berkasnya dicuri di MK. Atas kejadian tersebut, Cabup Tebo Hamdi meminta pihak berwenang mengusut tuntas siapa aktor dibalik pencurian berkas di lembaga tinggi negara itu.

“Intinya kita minta pihak berwenang mengusut tuntas hal ini, dan ungkap aktor intelektual dibalik kejadian pencurian berkas sengketa di MK,” tegas Hamdi belum lama ini.

Empat daerah yang berkas sengketanya dicuri, selain berkas Pilkada Tebo juga Kabupaten Dogiyai, Kota Yogyakarta, Kota Salatiga, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.(GWA)

Comments
Loading...