Pupuk Nasionalisme, Pahami Ancamam Proxy War

MENARAnews, Medan (Sumut) – Maraknya aksi unjuk rasa dengan mempertontonkan kata-kata kasar dan kadang berujung bentrok, salah satunya disebabkan oleh lunturnya wawasan kebangsaan. Tak dapat dipungkiri banjirnya informasi di dunia maya saat ini telah menenggelamkan rasa nasionalisme anak bangsa.

Hal ini diperparah dengan adanya ancaman global, regional dan nasional. Sebenarnya ancaman di atas dapat dicegah dengan selalu disiplin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, melakukan gerakan-gerakan dan memperbanyak komunitas berbasis kebangsaan dan serta merintis progam pembangunan karakter berbangsa dan bernegara.

Generasi muda Indonesia sebagai anak NKRI harus paham apa arti mencintai tanah air Indonesia, serta harus dibuat bangga menjadi anak NKRI yang sumber daya alamnya kaya raya ini. Dan, kalau generasi muda mencintai tanah air, maka harus berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945.

Menanamkan jiwa nasionalisme kebangsaan kepada anak bangsa juga berperan untuk memberikan kontribusi positif, sesuai tugas dan bidangnya masing-masing, mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan menangkal segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu keutuhan wilayah NKRI. Anak muda juga harus tanggap akan perubahan lingkungan strategis dengan lingkup global, regional dan nasional.

Bentuk ancaman global salah satunya liberalisme, bentuk ancaman regional di antaranya klaim wilayah, keamanan, salah persepsi keamanan regional dan ancaman nasional terkait dengan geografi, demograsi, SDA dan Ipoleksosbud serta pertahanan keamanan, semua bentuk ancaman tersebut harus generasi muda waspadai. Peran yang sangat penting dan strategis bagi pemuda Indonesia sebagai generasi penerus dan salah satu kekuatan utama bangsa harus sadar terhadap ancaman dari paham komunisme/PKI dan radikalisme yang sedang berkembang melalui cara-cara baru, namun efek penghancuranya lebih dahsyat.

Selain itu, bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada ancaman berat, yang sangat jauh berbeda dengan ancaman di masa lalu, yang dikenal dengan istilah proxy war. Di mana pelaku tidak dikenal secara jelas, namun bila dicermati dampaknya telah menimbulkan berbagai persoalan dan berbagai konflik di masyarakat dengan pemerintah.

Proxy War bukan perang konvensional, tidak jelas siapa kawan dan siapa lawan (perang menggunakan pihak lain sebagai boneka), yang dapat memecah belah dan mengancam bangsa Indonesia. Hal tersebut dapat dicegah dengan menanamkan jiwa nasionalisme dan patriot yang tinggi kepada generasi penerus.

Untuk itu, segenap pemuda Indonesia harus bijak dan teliti memikirkan berbagai langkah menyikapi berbagai ancaman NKRI yang semakin nyata dan perlu antisipasi sedini mungkin. Yang diperlukan saat ini adalah bisa menjawab dan menghadapi tantangan jaman dengan berbagai bentuk ancaman. Untuk itu, mari bersama-sama menjaga kepentingan strategis nasional untuk menjamin kedaulatan keutuhan dan keselamatan NKRI. (SN)

Comments
Loading...