Program JKN Berkontribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) -Dalam rangka meningkatkan pemahaman Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi rekan-rekan wartawan. Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Palangka Raya melakukan sosialisasi Kepada Media selasa (14/03) di Palangka Raya.

Berdasarkan hasil paparan yang disampaikan Kepala Cabang BPJS Kota Palangka Raya dr. Fitria Nurlaila Pulukadang menyampaikan, tujuan dasar JKN memberikan perlindungan keuangan kepada peserta agar mengalami kesulitan biaya ketika sakit.

“Meningkatkan akses peserta ke pelayanan kesehatan, serta membantu meningkatkan status kesehatan penduduk. Peran BPJS Kesehatan dalam sistem pelayanan yang sangat penting bagaimana output seperti pelayanan Kesehatan yang berkualitas dan terjangkau karena BPJS Kesehatan membeli (Kendali Mutu Kendali Biaya).” jelas Fitria Nurlaila Pulukadang.

Disampaikanya kembali, program JKN berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia, dimana hasil iuran yang terhimpun oleh peserta BPJS Kesehatan dari setiap segmen di tahun 2016 sudah mencapai Rp.152,2 Triliun. Dengan target 2021 sebesar Rp.289 Triliun.

Disamping itu program JKN juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dimana tahun 2016 sudah menciptakan lapangan pekerja ke 1,45 juta orang dengan target tahun 2021 bisa menciptakan lapangan pekerja sebanyak 2,26 Juta orang.

“Berdasarkan laporan cakupan kepesertaan sampai dengan akhir Januari 2017. dari total penduduk di Kalteng sebanyak 2,5 Juta, sudah mencapai 1.380.561 jiwa atau 50,84 persen dari setiap segmen pembiayaan” jelasnya menambahkan.

Sementara yang belum menjadi peserta ada 1.335.070 jiwa atau 49,16 persen. Selain itu masyarakat yang tidak mampu di wilayah Kalteng dan masuk pada Penerimaan Bantuan Iuran (PBI) atau dibiayaai dari APBN mencapai 497.292 jiwa atau 18,34 persen.

Sedangkan untuk masyarakat tidak mampu (PBI) dan dibiayai APBD mencapai 155.579 jiwa atau 5,7 persen. Berdasarkan data terakhir kepesertaan BPJS Kesehatan pada tingkat Nasional tahun 2017 sudah mencapai sekitar 174 jiwa atau 64 persen.

“PNS, atau TNI dan POLRI hanya 233.699 peserta atau 8,61 persen, PPNP 16.023 peserta atau 0,59 persen, Eks Jamsostek 22.908 peserta atau 0,84 peran. Pegawai Swasta lainnya 239.486 peserta atau 8,82 persen. Pekerja Mandiri 176.470 peserta atau 6,50 persen. Pensiun/veteran atau investor mencapai 38.467 peserta atau 1,42 persen.” tutupnya.(arli)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...