Pra Peradilan Siwaji Raja, Kapolda akan Evaluasi Kekalahan Pihaknya

MENARAnews, Medan (Sumut) – Tuntutan praperadilan tersangka kasus penembakan Indra Gunawan alias Kuna diterima Pengadilan Negeri Medan, Senin (13/03/2017).

Terduga otak pelaku penembakan pada 18 Januari 2017 lalu itu dinyatakan bebas demi hukum.

Putusan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik itupun mendapat tanggapan langsung dari Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel. Dia menyampaikan akan melakukan evaluasi atas kekalahan pihaknya dalam sidang pra peradilan yang digelar siang tadi. Oleh polisi, Siwaji Raja dijadikan tersangka dalam kasus pembunuhan itu.

“Kita harus melakukan evaluasi secara menyeluruh atas proses penyidikan dan pembuktian yang sudah kita lakukan,” kata Rycko Amelza Dahniel usai bertemu dengan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, Senin (13/03/2017).

Rycko juga menjelaskan, tuntutan pra peradilan adalah hal yang biasa. Karena pra peradilan adalah bagian dari proses hukum yang berjalan.  Dia meyakini kekalahan pihaknya kemungkinan disebabkan oleh beberapa pembuktian yang mereka lakukan belum sampai kepada hakim sehingga putusannya memenangkan pemohon.

“Makanya apa yang harus kita lakukan adalah dengan melakukan evaluasi, karena bisa saja ada pembuktian yang belum tersampaikan di sidang sehingga hakim belum tau,” ujarnya.

Sampai saat ini, pihaknya belum memutuskan akan mengambil langkah apa pasca putusan PN Medan yang menerima permohonan Siwaji Raja. Meski begitu, kepolisian harus menghormati keputusan hakim yang mengikat secara hukum.

“Apapun keputusan hakim harus dihormati sebagai sebuah sistem peradilan di Indonesia,” demikian Kapolda.

Diketahui, PN Medan menerima permohonan pra peradilan yang diajukan oleh Siwaji Raja lewat pengacaranya. Dalam amar putusannya hakim menyatakan barang bukti yang diajukan oleh penyidik Polrestabes Medan untuk mengaitkan Raja dalam kasus pembunuhan tersebut tidak kuat sehingga menyimpulkan Siwaji Raja tidak terlibat dalam kasus itu. (Yug)

Comments
Loading...