Potensi Konflik Pendirian Pabrik Baru di Mukomuko

MENARAnews, Kab. Mukomuko (Bengkulu) – Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan, dan Tenaga Kerja (DPMP2TK) Mukomuko memperkirakan adanya potensi konflik pada pendirian pabrik baru di daerah tersebut.

Kepala DPMP2TK, Edi Kasman, menyebutkan, dari pengalaman yang terjadi di Kabupaten Mukomuko, dalam setiap pendirian pabrik baru memiliki kerawanan timbulnya konflik.

“Konflik yang nanti itu ada dua, pertama komitmen penerimaan tenaga kerja, yang kedua adalah konflik antara lembaga pekerja yaitu SPTI (Serikat Pekerja Transportasi Indonesia) dan SP NIBA (Serikat Pekerja Niaga, Bank, Jasa, dan Asuransi),” ungkapnya.

Ia menyampaikan, saat ini terdapat dua pabrik pengolahan kelapa sawit yang sedang dalam proses pembangunanan.

Yaitu, PT. Gajah Sakti Sawit (GSS) di Desa Tunggang, Kecamatan Pondok Suguh dan PT. Muko Panen Raya Abadi (MPRA) di Desa Bungo Tanjung , Kecamatan Teramang Jaya.

Ia menuturkan, kedua pabrik tersebut telah mendapatkan rekomendasi dari desa-desa sekitar dengan poin perjanjian tertentu salah satunya terkait penerimaan tenaga kerja.

“Itu sekarang dua pabrik sudah membangun secara fisik, artinya sudah dapat dukungan dari desa-desa penyangga, salah satunya pola penerimaan tenaga kerja, mereka (pihak perusahaan) harus komitmen dengan perjanjian mereka 40:60 yaitu 60% tenaga kerja dari desa penyangga,” jelasnya.

Karena, jika pihak perusahaan tidak komitmen dengan perjanjiaan tersebut pastinya akan menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat setempat bahkan berpotensi terjadinya konflik.

Sementara itu, untuk konflik SPTI dan SP NIBA, pihaknya akan mengintruksikan kepada perusahaan agar dalam penerimaan tenaga kerja khususnya bongkar muat dapat berkonsultasi lebih dulu dengan DPMP2TK.

Ia menjelaskan, hal tersebut dilakukan agar pihak perusahaan tidak salah langkah dalam melakukan kesepakatan dengan organisasi pekerja dan juga mengantisipasi konflik tadi.

“Nanti sebelum penerimaan tenaga kerja kita bahas bersama, nanti ada perusahaan, desa-desa penyangga, dan serikat pekerja, kita cari solusi biar konflik-konflik yang pernah terjadi tidak terulang, nanti kita libatkan Polres Mukomuko juga,” tutupnya. (AL)

Comments
Loading...