Polisi Kejar Pelaku Pencabulan Anak di Tapsel

MENARAnews, Tapanuli Selatan (Sumut) – Kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang terjadi di Desa Janji Manaon, Kec. Batang Angkola, Kab. Tapanuli Selatan (Tapsel), beberapa waktu lalu, masih diselidiki kepolisian.

Dalam kasus itu ada sekitar 17 anak yang menjadi korban dan rata-rata masih dalam usia murid sekolah dasar.

“Saat ini pelakunya melarikan diri dan petugas masih terus mengejar pelakunya. Sementara untuk para korbanya masih dilakukan pemeriksaan dan semalan juga sudah diberi pendampingan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupten Tapsel,” kata Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Jama K Purba via seluler, Rabu (08/03/2017).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan bahwa, para korban sudah didampingi pihak dari Pemkab Tapanuli Selatan dan Dinas terkait.

“Anak-anak itu lagi dikonseling oleh ahlinya supaya tidak trauma. Jadi dibantu dari Pemkab Tapsel konseling trauma hilling yang diderita anak-anak itu,” jelas Kombes Pol Rina.

Edukasi dan pendampingan terhadap para korban dilakukan karena anak-anak rentan terhadap indikasi kejahatan. Oleh karena itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengajarkan kepada mereka supaya berteriak minta tolong jika mereka dalam keadaan terancam.

Dari informasi yang beredar, pelecehan terhadap belasan anak itu diduga dilakukan oleh Syamsul Anwar Harahap (35) warga Desa Janji Manaon, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel.

Untuk diketahui, terkuaknya kasus pencabulan dengan cara sodomi ini berawal saat salah satu korban berinisial NAH (5) mengeluh sakit pada daerah anus. Bocah itu mengadukan perbuatan bejat pelaku kepada orang tuanya NH (40). Orang tua NAH langsung melaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke polisi setempat.  (Yug)

Comments
Loading...