PKB Kedepankan Persatuan Bangsa Melalui Pancasila

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Saat ini dinilai perlu pembentukan pondasi seluruh jajaran kepengurusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Wilayah Kalimantan Tengah, dimana berpolitik memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga dan memajukan Negara Indonesia di setiap level tingkatan.

Oleh karena itu, kader PKB sendiri harus memiliki niat dan cita-cita besar bagaimana seorang politisi membuat Negara Indonesia ini maju apa tidak. Jika seorang politisi tidak memiliki pondasi bangsa seperti empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika, maka akan berpotensi terpengaruh pada cara pandang yang salah dan dapat memecah belah persatuan.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jendral (Wakasekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB Ali Anshori ketika diwawancarai menaranews.com di sela kegiatan sosialisasi Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Workshop Strategi Pemenangan PKB 2019 di salah satu Hotel di Palangka Raya, Selasa (28/03).

Ali Anshori menjelaskan, cara pandang yang merusak Kebhinnekaan seperti cara padang berdasarkan aspek agama yang disalahartikan. Sementara perlu disadari bahwa perbedaan agama di Negara Indonesia menjadi fitrah, ada Indonesia karena ada Islam, Kristen Hindu, Budha atau Khonghocu dan aliran kepercayaan yang dilindungi Undang-Undang.

“Maka Visi PKB sendiri mengedepankan aspek pemersatu Bangsa ini. Pancasila adalah pemersatu, pancasila adalah hasil karya dari seluruh komponen Bangsa. Maka Kebhinnekaan, perbedaan, keberagaman dan pluralisme harus tetap dijunjung tinggi untuk lebih cepat membuat Negara Indonesia menjadi Negara yang lebih kuat,” jelas Ali Anshori.

Persoalan saat ini seperti yang terjadi pada Pelaksanaan Pilkada di DKI Jakarta, lanjutnya, aspek-aspek cara pandang yang sempit membuat ancaman serius. Maka, dirinya berpesan agar kader PKB harus memiliki kesadaran untuk kembali kepada semangat beridirinya NKRI. Maka kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan saat ini dapat lebih ditumbuhkembangkan lagi.

 

Pilkada dan Pileg 2019, PKB Perhatikan Karakteristik Daerah

Mengenai strategi pemenangan PKB pada Pilkada dan Pileg tahun 2019 nanti, Ali Anshori menambahkan, masing-masing Daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Maka kader PKB sesuai tingkatan atau wilayahnya memahami karakter lokal yang merupakan sumber strategi khususnya.

“Jadi karakter misalnya di Kabupaten Murung Raya berbeda dengan Karakter di Kabupaten Lamandau, begitu juga dengan di Kota Palangka Raya. Jadi kita hanya tunjukan dari sisi situ saja. Terkait caranya gimana, penonjolanya dimana yang lebih paham kepengurusan PKB di Daerah bersangkutan. Logikanya gini, siapa yang menguasai medan tempur dia yang menang,” pungkasnya lebih dalam.

Disisi lain Ketua DPW PKB Kalimantan Tengah H. Ashera ketika diwawancarai menyampaikan, tujuan kegiatan ini memberikan semangat kebangkitan untuk kader-kader potensial PKB yang sengaja hari ini dibatasi oleh orang-orang tertentu seperti anggota DPRD PKB terpilih, Ketua DPC, Sekretaris dan beberapa tokoh masyarakat tertentu.

“Maksudnya kita memberi ingatan kepada mereka, karena situasi Pilkada 2019 tinggal menghitung hari saja. Oleh karenanya, PKB yang juga kebetulan ikut menang dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng serta mengawal jalannya Pemerintah Daerah saat ini, maka sangat layak PKB mendapat tempat untuk meraih sistem politik yang lebih unggul ke depan.” tutupnya.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...