Petani Sungai Kayu Mengeluh, Panen Bulan Ini Digagalkan Oleh Air

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Percetakan sawah seluas 200 Ha Dari Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Kapuas yang berada di Desa Sungai Kayu, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas rupanya mengalami hambatan. Hal tersebut dikarenakan ketinggian air yang membuat para petani tidak bisa melakukan penanaman di lahan tersebut.

Salah seorang petani, Julian mengatakan untuk bulan Februari-Maret, penanaman padi unggul di lahan seluas 200 Ha tidak bisa dilakukan. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya air yang menggenangi lahan persawahan mereka.

“Untuk padi unggul itu kan rendah. Jadi jika kita tanam, maka padi akan tenggelam.” ucapnya, sabtu (25/3).

Untuk mengatasi ketinggian air tersebut, lanjut Julian, Dinas terkait telah melakukan pembuatan parit. Akan tetapi pembuatan parit tersebut dinilainya tidak maksimal, sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap ketinggian air yang menggenagi sawah.

“Seharusnya parit dibuat perblok atau persatu meter, jadi ketinggian air yang menggenangi sawah akan berkurang karena air akan tertampung keparit-parit tersebut,” ungkapnya.

Selain itu juga, lanjut Julian, di lahan tersebut masih banyak ditemukan bekas-bekas kayu dan ranting-ranting pohon yang lumayan besar. Sehingga, dirinya dan petani-petani lainnya terkendala dalam menggunakan sarana dan prasarana, seperti Hand Traktor.

“Sebelum lahan itu digarap, kan awalnya itu lahan mati, jadi masih banyak ditemukan bekas-bekas kayu galam dan sebagainya. Jadi untuk sarana dan prasarana seperti Hand Traktor tidak bisa kita gunakan, itulah kendala kami di lapangan,” ungkapnya.

Rencananya, ungkap Julian, penanaman di lahan tersebut akan dilakukan pada bulan Juni-Juli. Karena katanya pada bulan tersebut ketinggian air biasanya sangat rendah, sehingga sangat memungkinkan untuk dilakukan penanaman padi unggul pada bulan tersebut.

“Penanaman padi unggul ini akan kita lakukan pada bulan Juli-Juni, jadi kalau bisa untuk bibit sudah kita terima sekitar bulan Mei atau sebelum bulan Juni-Juli. Karena sampai saat ini kita masih belum mendapatkan bibit,” tekannya.

Selain itu juga, Julian mengharapkan agar Dinas terkait bisa secepatnya mengatasi permasalahan-permasalahan para petani dilapangan secepatnya. Karena, katanya jika para petani tersebut mengatasinya sendiri, perlu menggunakan biaya yang sangat banyak.

“Kita sebenarnya ada rencana untuk membenahi sendiri lahan padi tersebut, akan tetapi kita tidak punya cukup biaya untuk melakukannya. Jadi saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas, melalui Dinas terkait agar secepatnya membantu kita untuk mengatasi permasalahan kami di lapangan,” pungkasnya. (kontributor)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...