Perairan Mukomuko Memanas, Nelayan Bantal Serang Nelayan Ipuh Dengan Batu

MENARAnews, Kab. Mukomuko (Bengkulu) – Konflik antar nelayan Ipuh dan nelayan Bantal di Kabupaten Mukomuko, kembali memanas. Sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (25/03/2017), terjadi penyerangan kapal nelayan tradisional Ipuh oleh sekitar 40 kapal modern nelayan Bantal.

Salah satu masyarakat Kecamatan Ipuh, Roni (38) menyampaikan, kejadian tersebut bermula saat nelayan tradisional Ipuh sedang melakukan penangkapan ikan di perairan Air Dua.

Secara tiba-tiba sekelompok nelayan modern yang diduga merupakan nelayan Bantal menyerang dengan melempar batu ke arah nelayan Ipuh.

“Kejadian sekitar pukul sepuluh tadi, sekitar 40 nelayan Bantal ini menyerang nelayan tradisional Ipuh di Perairan Air Dua, untung nelayan Ipuh bisa menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Ia menyampaikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.

Namun, nelayan Ipuh mengancam akan menyerang perkampungan nelayan bantal sebagai upaya balasan terhadap serangan nelayan bantal tadi.

Menyikapi hal ini, Wabup Mukomuko, Khaidir, langsung menuju lokasi guna mengendalikan situasi.

“Sudah ada Wabup disini, kita juga sudah mengabari Dinas Perikanan dan Kelautan, Danpos AL, juga Pol Air Polda Bengkulu, saat ini pihak tripika Ipuh bersama nelayan Ipuh akan melakukan pertemuan di Balai Desa Pasar Ipuh membahas masalah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perikanan Tangkap, DKP Mukomuko, Rahmad Hidayat, menyampaikan sudah mengetahui permasalahan ini dan dalam perjalanan menuju Ipuh.

“Kami sudah dapat informasinya, disana juga sudah ada Wabup, ini kita mau kesana, semoga permasalahan ini dapat segera diselesaikan dan tidak berkepanjangan,” demikian Rahmad. (AL)

 

Comments
Loading...