Pengungkapan Kasus Eksploitasi Anak dan Pornografi di Kota Semarang

MENARAnews, Semarang (Jateng) – Bidang Humas Polda Jawa Tengah hari ini (20/03/2017) melakukan Press Release atas pengungkapan eksploitasi anak dan pornografi yang terjadi di Kota Semarang.

Release dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova dan didampingi oleh Kasubdit III Ditreskrimum Polda Jateng, AKBP Nanang Haryono.

Barang bukti yang ditunjukkan oleh Polda Jateng antara lain uang tunai senilai Rp 5.499.500,00, foto copy kontrak kerja,  fotocopy  ijazah SD dan SMP, KTP, KK, akta lahir, satu buku absen pemandu karaoke, atasan kaos wanita warna hitam dan bawahan celana pendek warna hitam.

Dalam Release-nya, Kabid Humas Polda Jateng mengatakan bahwa Penyidik dari Direskrimum Polda Jateng telah berhasil menangkap 7 tersangka. Tersangka tersebut dalam aksinya bertugas untuk menawarkan layanan pornografi berupa tarian striptease pada pengunjung atau tamu dengan tarif Rp 400.000,- / jam/penari.

”Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat bahwa di kompleks Sunan Kuning Semarang terdapat layanan tarian / striptease,” kata Kabid Humas Polda Jateng.

Tersangka ditangkap di dua tempat berbeda, yaitu di Semarang dan Pemalang, antara lain  DP, LSS, TW, DPA, SW, MS, dan DD. Ketujuh tersangka tersebut masih dalam proses penyidikan dan jika terbukti bersalah akan dikenai sanksi UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 5 milyar serta UU No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 200 juta rupiah.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Jateng menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat atas partisipasinya, karena pengungkapan kasus ini berasal dari laporan masyarakat. (da)

Editor: N. Arditya

Comments
Loading...