Pengembangan UMKM Masih Minim, Ini Kata Ketua Gemasaba Pandeglang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Usaha Mikro, Kecil, dan Menangah atau disingkat UMKM dinilai masih minim kepedulian dari Pemerintah khususnya Pemerintah Kabupaten Pandeglang, padahal potensi UMKM di Pandeglang terbilang cukup besar mengingat sudah banyak produk UMKM yang dihasilan, hanya saja terkendala izin.

“Kepedulian Pemerintah Kabupaten
Pandeglang terhadap UMKM masih minim, Kabupaten Pandeglang dengan berbagai potensi seharusnya bisa dimanfaatkan oleh pemerintah apalagi sekarang masyarakat mulai tergugah untuk mengolah produk olahan dan sebagiannya sudah memiliki kemasan yang layak bersaing di Pasar Modern”, ungkap Ketua Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Pandeglang Rian.

Akan tetapi, produk olahan tersebut terkendala untuk memiliki izin seperti PIRT, izin kelayakan BPOM dan kehalalan dari MUI. Hal ini dikarenakan pengurusan perizinan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Seharusnya pemerintah memfasilitasi para pelaku UMKM baik dari perizinan maupun marketing”, tandasnya.

Ia membeberkan, banyak perusahaan waralaba di Kabupaten Pandeglang tapi tidak satupun produk lokal masuk di dalamnya. “Jangankan untuk mensukseskan program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), untuk menembus pasar lokal saja para pelaku UMKM merasa kesulitan. Ini membuktikan bahwa kurangnya kepedulian pemerintah terhadap pelaku UMKM dan pemerintah seolah-olah tidak mempunyai konsep untuk mengembangkan produk lokal Pandeglang”, pungkas Rian.

“Untuk itu, Gemasaba Pandeglang meminta Pemkab Pandeglang untuk mengembangkan produk lokal hasil pelaku UMKM dan membuat pasar khusus untuk para pelaku UMKM”, tutupnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, beberapa produk UMKM masyarakat Pandeglang diantaranya Beras Merah Organik merk MutiaraEsa, Keripik Melinjo merk Tenjolahang dan Kopi Jesika. (IY)

Comments
Loading...