Pemuda Ini Ditangkap Karena Beli Ekstasi dari Belanda dan Prancis

MENARAnews, Medan (Sumut) – Seorang pemuda warga Jalan Gurilla, Kelurahan Sei Kera Hilir II Kecamatan Medan Perjuangan dicokok petugas Bea Cukai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe Madya Pabean B Medan, Jumat (03/03/2017). 

Pemuda berinisial G itu, ditangkap karena menerima paket kiriman narkoba jenis Methylene Dimethoxy Amphetamine atau ekstasi.  Paket kiriman itu disinyalir berasal dari Belanda dan Prancis. Paket itu dikirim melalui jalur pos internasional. Jaringan narkoba internasional ini mencoba mengelabui petugas pos dengan mengemas paket itu menyerupai dokumen.

“Temuan ini berdasar informasi dari masyarakat, bahwa ada amplop yang dicurigai berisi narkoba. Petugas Bea Cukai membongkar amplop tersebut. Setelah diteliti, ternyata positif mengandung narkoba,” kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Madya Pabean B Medan Sonny Surachman Ramli, dalam konferensi persnya, Selasa (07/03/2017).

Sementara itu, Kasubdit Reserse Narkoba Polda Sumut AKBP JHS Tanjung mengatakan, kasus ini adalah yang pertama berhasil diungkap petugas Bea dan Cukai Polonia. Karena modus pengirimannya masih sama, namun sistemnya berbeda.

Paket dikirimkan ke dua alamat yang berbeda. Satu ke alamat rumah tersangka di Jalan Gurilla, sedangkan yang lainnya dikirim ke rumah saudaranya di Jalan Pelita. Itu dilakukan G untuk mengelabui petugas. Setelah menggeledah rumah G di Jalan Gurilla, ternyata tersangka pernah menerima paket yang sama dari luar negeri.

“Ternyata sebelumnya, G ini sudah dapat paket yang lolos dari pantauan kantor pos,” kata JHS Tanjung.

Barang haram itu rencananya akan diedarkan di Medan khususnya tempat hiburan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal, 102 huruf e jo 103 huruf D Undang-undang nomor 17 tahun 2006 tentang kepabeanan jo pasal 113 ayat (1) Undang-undang tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (Yug)

Comments
Loading...