Pemprov DKI Bahas Lift Blok M Di Rapat Pimpinan

Menaranews, DKI Jakarta, – Insiden jatuhnya di pusat perbelanjaan Blok M Square akan menjadi pembahasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam rapat pimpinan hari ini, sebelum melakukan audit kepada pihak manajemen mall dan perusahaan yang melakukan perawatan lift tersebut.

Sebelumnya, Kejadian itu di akibatkan oleh mutan lift yang berlebihan. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengatakan perlunya sikap disiplin dari para pengguna lift.

“Ada gagasan juga di hari tertentu seperti Blok M waktu (solat) Jumatan kan jumlahnya banyak. Naik, masuk lalu gak mau keluar. Harus ada pendidikan disiplin pada pengguna lift,” kata Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono di Balai Kota, Jakarta, Senin (20/3).

Melanjutkan, Ia mengimbau kepada masyarakat untuk segera keluar dari lift, jika alarm sudah berbunyi karena muatan berlebih.

“Bisa hal seperti itu memaksa supaya alarm bunyi mereka disiplin keluar. Saya kira perlu pendidikan lah buat warga kita ini pengguna lift khususnya, untuk displin lah,” tegasnya.

Akibat lift yang anjlok dari lantai 7 di pusat perdagangan itu, ada 25 orang yang luka dan harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Sebagiannya harus menjalani operasi dan rawat inap.

Dari keterangan sejumlah saksi mata, sebelum lift meluncur turun alarm tanda kelebihan beban berbunyi. Namun yang menjadi misteri, meski kelebihan beban pintu lift tetap menutup tapi tak sampai rapat. Meski pintu tak menutup rapat, lift tetap meluncur turun. (ZH)

Comments
Loading...