PC FSP TSK SPSI KAB. CIANJUR : HENTIKAN INTIMIDASI TERHADAP PENGURUS DAN ANGGOTA SERIKAT PEKERJA

MENARAnews, Kab. Cianjur (Jawa Barat) – Puluhan Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit Pekerja Seluruh Indonesia (FSP TSK SPSI) Kab. Cianjur turun ke jalan dan mendatangi DPRD kab Cianjur. Kelompok buruh tersebut turun kejalan untuk menyuarakan dan menuntut hak normatif buruh yang belum diterima serta meminta agar menghentikan intimidasi terhadap pengurus dan anggota serikat pekerja.(13/3/2017)

Sejak pukul 08.00 WIB (13/3/2017), kelompok buruh FSP TSK SPSI Kab. Cianjur telah berkumpul di Halaman PT Hybro Indonesia (Peternakan Ayam) Kp. Rawa Bogo Ds. Kanoman Kec. Cibeber Kab. Cianjur dan menyuarakan agar dipekerjakan Kembali 2 orang pekerja sebagai karyawan (PKWTT) terhitung dari pertama masuk kerja di PT Hibro Indonesia. Sebelumnya, 2 orang pekerja yang pecat tersebut, dianggap telah menerima intimidasi dari perusahaan karena sebagai karyawan yang telah mengabdikan bertahun-tahun kepada perusahaan namun diberhentikan dan tidak menerima secara penuh hak-hak yang harus diterima.

Selang beberapa Jam, kelompok buruh yang pimpin Hendra Malik diterima untuk beraudiensi dengan Sapturo, Ketua Komisi IV DPRD Kab. Cianjur, dan Ambar Kadisnakertrans Kab. Cianjur di kantor DPRD Kab. Cianjur serta beberapa perwakilan dari PT. Hibro Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Hendra menyampaikan “Aksi bukan tujuan, tapi merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan dan dengan diadakanya audensi semoga didapatkan penyelesaian yang saling menguntungkan baik itu bagi pekerja maupun pihak perusahaan. Kami minta hentikan ketidakadilan yang terjadi di PT Hibro Indonesia, kami melakukan aksi unjuk rasa ini hanya untuk menuntut hak-hak kami dan demi mensejahterakan keluarga kami. Karena Sampai saat ini belum ada hasil dari permasalahan yang ada walaupun telah kita sampaikan dengan menejemen PT. Hibro Indonesia”

Sementara itu, perwakilan DPRD Kab. Cianjur menerima semua aspirasi yang disampaikan para  buruh dan akan membantu kelompok buruh dengan perusahaan menyelesaikan masalah yang ada. “DPRD akan selalu mengawasi, jangan sampai terjadi perusahaan maju tetapi karyawan tidak sejahtera” Ungkap Sapturo dalam Audiensi. Selain itu, Kadisnakertran meminta kepada PT. Hibro mengakomodir dua karyawan, yang telah diberhentikan, agar diangkat kembali menjadi pegawai tetap.

Bak Gayung bersambut bagi kelompok buruh, dari audiensi tersebut pihak perusahaan siap menerima kembali 2 Karyawan PT. Hibro Indonesia dan mengubah status dari PKWT menjadi PKWTT. Selain itu, akan dibuatkan surat pernyataan secara tertulis, dalam hal ini Disnaker akan mengundang PT. Hibro Indonesia untuk membahas perumusan surat mengenai tuntutan para Buruh. (OR)

Comments
Loading...