Normalisasi Batang Lembang, Kunci Mengurai Banjir di Kota Solok.

MENARAnews, Kota Solok (Sumatera Barat) – Banjir akibat luapan Batang lembang tidak hanya melanda sejumlah kawasan di kabupaten Solok saja namun juga menyapa beberapa wilayah kelurahan di Kota Solok. Luapan sungai yang membelah kota Solok ini dipicu oleh hujan yang tak kunjung reda dari hari kemarin hingga tadi pagi.

Akibat Luapan Batang Lembang di Kota Solok kali ini setidaknya ada lebih kurang 377 jiwa dari lebih kurang 99 KK yang terdampak banjir di lima kawasan di Kota Solok diantaranya Kelurahan Kampai Tabu Karambie (KTK), Kelurahan Koto Panjang, Kelurahan VI Suku, IX Korong dan Aro IV Korong.

“Kawasan terdampak yang paling parah di Kota Solok ada di kelurahan Koto Panjang dimana petugas mengevakuasi lebih kurang 32 jiwa dari 7 rumah atau KK yang terdampak parah genangan air,” Ungkap Kalaksa BPBD Kota Solok Ori Affilo, Selasa 28 Maret 2017.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok menerjunkan 24 personil bersama 3 perahu. Tak hanya itu, BPBD juga dibantu oleh TNI-Polri serta sejumlah tenaga potensi SAR diantaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), Pramuka Peduli, Serta kalangan penggiat alam di Kota Solok.

Wako dan Wawako Solok juga tidak ketinggalan turun meninjau sejumlah kawasan yang terimbas genangan air luapan Batang Lembang. Wako Zul Elfian lansung meninjau dampak banjir di Kelurahan Tanah Garam dan lainnya sementara wawako meninjau titik banjir di kawasan KTK.

Usai meninjau banjir di kawasan KTK, wawako Reinier bersama Ketua GOW Ny. Efia Reinier, Kalaksa BPBD Ori Affilo, Sekretaris kecamatan Lubuk Sikarah, Lurah KTK bersama rombongan lansung melakukan rapat di Kantor Lurah, KTK Kecamatan Lubuk Sikarah.

Dalam rapat tersebut, Wawako mengatakan penanganan dampak banjir di Kota Solok menjadi salah satu prioritas utama Pemko Solok. Terutama dengan melakukan normalisasi Batang Lembang dan pengoptimalan sejumlah drainase saluran air yang ada di kota Solok.

“Waktu dekat kita akan melakukan tindakan preventif untuk penanggulangan banjir dengan melakukan normalisasi batang lembang dengan kerjasama serius dengan pihak PSDA dan masyarakat sepanjang bantaran sungai,” Ungkap Reinier.

Menurut Reinier, penanganan Banjir yang kerap menjadi langganan kota Solok selama belasan tahun terakhir mesti didukung oleh semua pihak terutama masyarakat. Sejumlah masyarakat yang memiliki tanah sudah setuju dilakukan normalisasi seperti kawasan KTK.

“InsyaAllah di anggran perubahan nanti bisa dilakukan upaya normalisasi dengan melakukan penggalian sedimen Sungai, penormalan bibir tebing sungai serta upaya pembenahan lainnya,” Tutup Reinier.

Sementara upaya pembenahan drainase di sejumlah kawasan kota solok sudah dilakukan sejak tahun kemarin sehingga lalu lintas air sudah lancar.”Alhamdulillah sudah membaik sehingga genangan-genangan air yang biasanya meluap dari saluran drainase sudah bisa diatasi, tinggal lagi bantaran sungai yang harus kita benahi,” Tutup Reinier. (AD)

Comments
Loading...