Menteri Sosial Datang, Kota Solok Akan Hapuskan Kemiskinan

MENARAnews, Kota Solok (Sumatera Barat) – Dalam kunjungan Mensos di Kota Solok Provinsi Sumatera Barat juga  dihadiri  oleh Wako Solok H. Zul Elfian, Wawako Solok Reinier, Ketua DPRD Yutriscan, Kajari Solok Aliansyah, Kapolres Solok Kota AKBP Susmelawati Rosya, Dandim 0309 Solok yang diwakili Capt. Inf. Simanjorang

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial non tunai bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) di Gedung Kubuang, Kota Solok Sumatera Barat pada Jumat (10/3)

” Sekitar 357 orang dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) binaan PKH Kota Solok langsung menerima bantuan non tunai tahap awal berupa tabungan sebesar Rp500 ribu per keluarga,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa dalam sambutannya.

Total ada lebih kurang 178.500 ribu rupiah yang disalurkan ke buku tabungan masing-masing Keluarga.

Selain itu pihaknya juga menyalurkan paket bantuan bagi 20 anak-anak berprestasi dari keluarga binaan Program Keluarga Harapan berupa tas, baju dan sepatu dari Dinas Sosial Kota solok.

Ia mengatakan semenjak bergulirnya program Keluarga Harapan sejak tahun 2014. Baru kali ini ditemukan pihaknya melihat pemerintah daerah yang berkomitmen dengan mengintegrasikan program bansos daerah dengan program PKH dari Kemensos dalam rangka percepatan penurunan kemiskinan di daerah.

“Tadi saya dengar sudah ada opsi dan komitmen pemko Solok melalui Baznas untuk menyalurkan sebagian bantuan zakat bagi Keluarga binaan Program Keluarga Harapan (PKH),” ucapnya.

Setiap keluarga yang masuk Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Solok sudah tergolong Keluarga Miskin atau mustahiq yang juga berhak menerima zakat.

Mensos juga mengapresiasi gebrakan Pemko Solok yang memberikan bantuan bagi kepala keluarga peserta Program Keluarga Harapan yang memutuskan berhenti merokok dan dilakukan pengecekan dan pemeriksaan secara berkala.

Dari hasil berbagai survey, pengeluaran utama keluarga miskin terbesar salah satunya adalah dari konsumsi rokok yang tidak memiliki manfaat bagi kesehatan dan mengundang penyakit.

Menurutnya, gebrakan pemberian penghargaan dan apresiasi bagi kepala keluarga dan anggota keluarga yang berhenti merokok, baru pertamakali ditemukan di Kota solok dan dinilai sangat inovatif dan kreatif.

Mensos mengakui baru pertama kali mendapati suport dan komitmen yang kuar biasa dari Kepala daerah untuk bersama-sama mengintegrasikan percepatan program penurunan angka kemiskinan.

“Besok, InsyaAllah saya minta tim dari kota Solok untuk ikut membahas format laboratorium percepatan penurunan angka kemiskinan bersama dirjen penangan fakir miskin dan dirjen perlindungan jaminan sosial yang akan dijadikan referensi dan daerah lain juga bisa belajar ke Kota Solok,” pungkas dia.

Sementara itu, Wali Kota Solok  Zul Elfian berharap melalui program PKH Kemensos dan sejumlah program integrasi yang digagas Pemko solok akan semakin mempercepat penurunan angka kemiskinan.

“InsyaAllah 2 hingga 3 tahun mendatang, Keluarga harapan akan mampu mandiri dan betul-betul menjadi keluarga Sejahtera sehingga angka kemiskinan di Kota Solok dapat dipangkas,” katany didampingi oleh Wawako Solok Reinier

Pemko Solok menargetkan, Angka kemiskinan yang ada di kisaran 4 persen saat ini akan bisa dipangkas dibawah 1 persen pada tahun 2019 mendatang. (SB)

Comments
Loading...