Membumikan Al-Quran

MENARAnews, Medan (Sumut) – Kota Medan dan beberapa daerah sedang hangat-hangatnya mengadakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Berbagai perlombaan mulai dari tilawah, kalifgrafi, fahmil, syarhil quran dan sebagainya diadakan sebagai sarana mensyiarkan al-Quran di masyarakat.

Namun, yang paling penting dari itu bagaimana setiap pribadi dapat membumikan al-Quran dalam kehidupan. Al-Qur’an diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala Sebagai petunjuk dalam kehidupan manusia. Al-Qur’an sebagai petunjuk kehidupan tidak sebatas untuk kebahagiaan di dunia saja tetapi mencakup 2 kebahagaiaan yakni dunia dan akhirat.

Sebagai Maha Pencipta alam semesta, Allah Swt. Tentunya sudah mengetahui keperluan, kebutuhan yang diperlukan manusia di dunia. Untuk itu, Allah Swt Membuat aturan-aturan buat manusia. Di mana aturan-aturan tersebut tertuang dalam al-Qur’an.

Oleh karena itu, jika kita ‘membumikan’ al-Quran dalam kehidupan niscaya kebahagiaan dunia akhirat akan didapat. Paling tidak ada beberapa gerakan yang dapat dilakukan untuk bangun dan menuju kehidupan yang disinari dengan nilai-nilai al-Qur’an.

Pertama, Membaca. Ini merupakan pilar pertama yang harus dikerjakan untuk menjadikan al-Quran sebagai petunjuk dalam kehidupan. Membaca Qur’an memiliki nilai ibadah atau menambah pahala bagi setiap pribadi seorang muslim yang selalu mencari ridha Ilahi. Nabi Muhammad Saw Bersabda “Barangsiapa yang membaca al-Qur’an maka baginya 10 kebaikan bukan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.”

Selain itu, al-Qur’an juga dapat menjadi obat penawar hati seorang yang dirundung kegelisahan menghadapi problematika kehidupan. “Dan kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Quran itu) hanya akan menambah kerugian.”

Kedua, Menghayati. Menghayati dapat diartikan memahami makna terdalam dari al-Qur’an. Bagi seorang muslim sudah seharusnya lebih mendalami dengan mengetahui makna al-Qur’an sehingga dengan demikian akan memberikan kesan dan dampak positif. Dimulai dari mengetahui arti ayat yang dibaca kemudian tadabbur, memahami isi kandungannya. Tadabbur al-Quran adalah bertafakkur dan merenungi ayat-ayat Qur’an dengan tujuan memahami, mengetahui maknanya, hikmah-hikmahnya dan maksud-maksudnya. Dengan tahu arti ayat yang dibaca, insya Allah akan dapat meningkatkan kekhusu’an.

Terhanyut dan terikut dalam rangkaian-rangkaian ayat al-Qur’an yang pada akhirnya menjadikan al-Qur’an bacaan harian yang mengisi ruang kehidupan. Ketiga, Mengamalkan. Selain memerintahkan umatnya untuk membaca dan menghayati al-Qur’an, Nabi Muhammad Saw Juga menyuruh untuk mengamalkan isi kandungan dalam kehidupan.

Dengan pengamalan, al-Quran akan hidup di tengah-tengah masyarakat. Langkah ketiga ini menciptakan ‘insan-insan qurani’ yang tidak hanya sebatas pengetahuan tetapi juga tataran praktis. Keempat, Menghafal. Telah banyak diketahui tentang keutamaan menjadi penghafal Quran. Setiap muslim haruslah memiliki hafalan Quran. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas

“Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh (HR. Tirmidzi). Hafidz Quran sungguh akan dimuliakan di dunia dan akhirat. Menjadi Ahlullah di dunia dan mendapatkan derajat yang tinggi di akhirat serta menjadi penyelamat dan kebanggaan orangtua. Begitupula menghafal merupakan salah satu sarana penting membumikan al-Quran dalam kehidupan.

Perumpamaan orang yang hafal al-qur’an dengan tidak adalah seperti dua orang yang sedang dalam perjalanan. Orang pertama bekalnya buah kurma dan orang kedua bekalnya tepung. Orang pertama bisa makan kapan saja di atas kendaraannya sedangkan orang kedua, jika ingin makan dia harus turun dari kendaraan lalu membuat adonan dan menyalakan api kemudian membuat roti dan akhirnya harus menunggu roti itu matang.

Atau seperti alat elektronik yang menggunakan baterai dan tenaga listrik, Alat pertama dapat digunakan di mana saja sedangkan alat kedua dapat digunakan jika ada sumber listrik. Ketika ayat al-Qur’an telah dihafal maka ia akan selalu hadir sehingga mudah digunakan pada peristiwa yang terjadi pada sesorang dalam kehidupan sehari-hari dengan cepat dan langsung. Oleh karena itu, mari kita berusaha semaksimal mungkin menghafal al-Qur’an, minimal ayat-ayat yang mudah dan juga ayat yang sering kita tadabburi. Kelima, Mendakwahkan.

Pilar selanjutnya adalah mendakwahkan atau menyampaikan al-Quran kepada orang lain. Mungkin saja ada sebahagian saudara yang belum mengetahui apa yang telah kita ketahui. Selain itu, yang terpenting ialah bahwa dakwah merupakan bahagian dari perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang sangat mulia (QS Fushshilat :33).  “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” Membumikan al-Qur’an Membumikan al-Qur’an merupakan integrasi dari membaca, menghayati, menghafal dan mengamalkan al-Qura’n. Membumikan berarti adanya kontiniuitas untuk mengamalkan sekaligus mensyiarkan al-Quran dalm kehidupan.

Al-Qur’an dapat merupakan subjek dan objek. Sebagai subjek, dia dapat merubah moralitas manusia dan menghidupkan jiwa yang mati sehingga terbentuk dunia Qur’ani. Sebagai objek dia harus dibumikan. Semoga kita dapat membumikan al-Quran dalm kehidupan. Wallahumusta’an.

Comments
Loading...