Masyarakat Lima Keturunan Hentikan Aktivitas Pekerja PT HIM

MENARAnews, Tubaba (Lampung) – Kelompok Masyarakat Lima Keturunan Pimpinan Iwan TB melakukan aksi unjuk rasa di lahan perusahaan karet PT Huma Indah Mekar (HIM) di Kabupaten Tulang Bawang Barat, tepatnya di depan Komplek Kantor Pemkab Tubaba, hari ini (22/3/2017) sekitar pukul 10:00 WIB.

Aksi unjuk rasa tersebut bertujuan untuk mengambil lahan PT HIM dari PAL 133 – PAL 139 seluas 1.500 hektar yang diyakini adalah milik masyarakat karena Hak Guna Usaha (HGU) PT HIM atas lahan tersebut dinilai tidak jelas.

Iwan TB yang menjadi Korlap Aksi menyampaikan bahwa aksi tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti hasil pertemuan antara Masyarakat Lima Keturunan dengan pimpinan perusahaan PT HIM kemarin, yaitu dengan Bpk Dwi Hartono selaku general manager dan Bpk Hadi selaku Manajer security.

“Kita melaksanakan aksi dengan etika dan terhormat, kita dari lima keturunan sudah menghadap ke pihak pimpinan perusahaan PT HIM, namun dari PT HIM tidak ada etiket baik sehingga hari ini akan melaksanakan sweeping di PAL 133 -139 untuk menghentikan para pekerja PT HIM melaksanakan aktivitas pekerjaannya dengan cara yang baik” tegas Iwan saat melakukan orasi ditengah-tengah massa sekitar 30 oranh yang datang.

Untuk itu, lanjutnya, kami menghimbau kepada para pekerja PT HIM untuk keluar dari lokasi dan tidak melakukan aktivitasnya di lokasi yang ditentukan. Kalau kami yang memberhentikan, kami tidak mau kekeluargaan kita retak karena perusahaan yang tidak jelas, yang tidak punya program dan tidak punya standar ini.

“Apa standarnya? Tidak Ada!” tekan Iwan. Selain itu juga, Iwan menjelaskan bahwa perusahaan tidak memberikan kontribusi maupun retribusi dan program apapun kepada masyarakat di sekitarnya.

Jadi PT HIM tidak memiliki perhatian kepada masyarakat dan generasi muda di sekitarnya, sedangkan PT HIM memperpanjang HGUnya hingga 2043. Lebih jauh, Iwan menyampaikan bahwa program lima keturunan sudah jelas sejak tahun 2014, dan sudah ada 3.500 KTP yang akan memblok tanah tersebut untuk dibagi. Dalam seminggu kedepan, tiang-tiang panjang sudah terpasang, maka lahan tersebut akan diduduki dan melaksanakan kegiatan dari pagi hingga malam.

Bahkan, Iwan juga menegaskan kepasa pihak perusahaan jika pihak perusahaan merasa terusik dan merasa memiliki hak silahkan melaporkan hal tersebut kepada aparat keamanan, “jadi masyarakat lima keturunan tidak meminta persetujuan dari pihak perusahaan karena menggunakan lahan milik kita sendiri” tutupnya. (RZ)

Comments
Loading...