Masa Depan NKRI : Perspektif Hukum, Toleransi dan Kebhinekaan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Perayaan momentum dies natalis GMKI Medan ke 64 yang dilaksanakan oleh GMKI cabang Medan dengan menggelar seminar nasional yang bertemakan “Menakar Masa Depan NKRI”.  Seminar nasional yang diadakan di Aula STMIK Pelita Nusantara ini dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI, Korwil I Sumut-NAD, Anggota GMKI Cabang Medan, Pengurus GMKI berbagai cabang di Wilayah I Sumut-NAD, Kelompok cipayung, KDAS, dan beberapa Pengurus BEM Universitas yang ada di Kota Medan.

Dalam kesempatan itu Dr, Barita Simanjuntak, S.H, M. H Sekretaris Komisioner Kejaksaan RI menjelaskan kondisi indonesia saat ini yag dilanda berbagai persoalan penegakan hukum. Menurutnya penegakan hukum dalam perspektif diindonesia saat ini adalah hukum balas dendam.

Barita Simanjuntak yang merupakan Senior GMKI Medan ini juga menambahkan peran Perguruan tinggi dan organisasi harus melakukan advokasi dalam memberikan akses keadilan bagi masyarakat untuk dalam penegakan hukum, dan juga dengan menegasikan semua kepentingan suku, agama, ras dan golongan (SARA).

“Kita harus melakukan evaluasi dan rekonstruksi yang berkaitan dengan penegakan hukum, pemberantasan korupsi dan sistem hukum yang ada.” tuturnya saat membawa materi di Aula STMIK Pelita Nusantara, jl iskandar muda, Medan, sabtu (25/3/2017)

Dalam kesempatan yang sama Drs. Marimbang Daulay, Wakil Dekan III Fakutas studi islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara mengatakan dalam perspektif toleransi keutuhan akan keanekaragaman bangsa ini merupakan jati diri kita semua.

Ia juga menyampaikan salah satu cara memadang indonesia adalah dengan perencanaan strategis, dan visi yang luas.

“kondisi saat ini memaksa kita harus bisa memilih, kita adalah orang yang dibekali akal pikiran, kita harus mampu mengambil resiko dalam mempertahankan NKRI” ujar Marimbang.

Selanjutnya Sahat Martin P Sinurat Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI menjelaskan pengaruh pemuda dalam membangun NKRI. Ancaman intoleransi, radikalisme pemuda menurutnya, dalam membangun bangsa ini pemuda seakan akan lupa akan sejarah bagaimana bangsa ini ada. Sahat meminta anggota GMKI dan para pemuda untuk Pemuda kristen terutama kader GMKI harus bahu membahu dalam berdialog membangun NKRI bersama sama kelompok pemuda lainnya.

“jangan ada lagi pemuda  berpikiran mayoritas dan minoritas karna itu yang menghambat persatuan” tutur nya

Lebih lanjut Sahat menyampaikan saat ini Indonesia sedang menjalani Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Sustainable Development Goals (SDGs), dan bonus demografi. Untuk menghadapinya, pemuda Indonesia harus berkompetensi dan memiliki daya saing tutupnya. (Pik)

Comments
Loading...