Maraknya Kasus Penyimpangan Seksual, Ini Penjelasan Psikolog

MENARAnews, Medan (Sumut) – Maraknya kasus pelecehan seksual yang melibatkan remaja dan anak-anak semakin membuat resah masyarakat. Baru-baru ini, 17 orang anak kecil menjadi korban sodomi oleh seorang pria di Tapanuli Selatan.

Hingga kini pelaku pelecehan seksual itu masih buron.  Banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya penyimpangan seksual. Bisa jadi, pelaku melakukan itu karena pernah menjadi korban pelecehan di masa lampau, ataupun memang karena kelainan orientasi seksual.

Konselor Biro Rumah Sakit Pirngadi Medan Indah Kemala Hasibuan menjelaskan, kasus peleceham seksual terjadi karena orientasi seks menyimpang. Selain itu, pola asuh dan pendidikan yang salah juga bisa menjadi faktor pendukung penyimpangan seksual.

“Lingkungan juga mempengaruhi. Karena kalau dia bergaul di lingkungan yang salah, perilaku itu bisa muncul. Selain itu, maraknya peredaran konten pornografi di media sosial sekarang ini juga menjadi faktor,” kata wanita berkerudung itu saat ditemui di kantornya, Senin (13/03/2017).

Pola asuh dalam keluarga menurutnya, sangat berperan dalam pembentukan karakter.

Terkait kasus pelecehan seksual sodomi, Indah mengatakan, kecenderungan pelaku adalah orang yang dekat dengan korban. Termasuk keluarga korban. Indah mengimbau kepada para orang tua agar lebih mewaspadai anak-anaknya. Apalagi ditengah perkembangan teknologi yang memungkinkan kita mengakses media sosial dengan begitu mudahnya.

“Kita harus jeli dengan anak kita. Jangan sampai anak kita menjadi korban. Karena hal itu sangat berpengaruh kepada psikologis anak,” pungkasnya. (Yug)

Comments
Loading...