Mahasiswa Ingin Jaminan, Kampus Bersih Dari Narkoba

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kalimantan Tengah dinilai salah satu Provinsi yang rawan penyebaran narkoba, dan lingkungan kampus merupakan lahan basah bagi peredaran barang yang dapat merusak generasi bangsa tak peduli pria, wanita baik dari kalangan muda, remaja, tua bahkan anak-anak tak luput menjadi korban.

Tak heran beberapa mahasiswa meminta kepada seluruh perguruan tinggi di Kalteng untuk berani memberikan jaminan Kampus Bersih Dari Narkoba dengan melakukan tes urin ke seluruh pegawai birokrat dan mahasiswa, karena Kampus merupakan institusi pendidikan tempat pembentukan jati diri dan karakter pemuda/mahasiswa yang benar-benar harus terjaga kesuciannya dari NARKOBA.

Salah satunya yang disampaikan oleh Rahmat Fauzi selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Palangka Raya, hal itu demi kebaikan generasi muda selaku penerus estafet kepemimpinan bangsa ini kedepan. Kasus narkoba merupakan persoalan serius yang menjadi perhatian besar masyarakat dan pemerintah Indonesia.

“Masalah tersebut harus segera dituntaskan dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat. Mirisnya, tidak banyak pimpinan kampus atau universitas  yg berani melakukan test urin kepada seluruh pejabat birokrasi serta mahasiswanya.” jelas Fauzi jum’at (17/03) di Palangka Raya.

Salah satu contohnya, jelasnya lagi, Universitas Palangka Raya yang hari ini sudah disingkat namanya menjadi UPR merupakan salah satu maskot pendidikan tinggi di Provinsi Kalimantan Tengah. Dimana hampir setiap tahunnya mengeluarkan sarjana-sarjana muda terbaik Kalimantan Tengah.

Akan tetapi terangnya lebih dalam, institusi pendidikan se-elit dan sebesar Universitas Palangkaraya sampai detik ini sama sekali tidak memiliki jaminan menyatakan bahwa pegawai birokrasi serta mahasiswa didalamnya bebas dari narkoba.

“Beberapa hari yang lalu Mahasiswa Universitas Palangka Raya baru saja mengikuti pembekalan K2NM (Kuliah Kerja nyata mahasiswa), dimana dalam kegiatan ini hampir setiap tahunnya mengadakan sosialisasi Terkait bahaya narkoba dari pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut.”ujarnya menambahkan.

Pihaknya memandang, sosialisasi yang dilakukan tersebut tidak terlalu memiliki dampak positif seperti yang diharapkan dan diinginkan oleh mahasiswa. bahkan terkesan hanya sekedar formalitas kegiatan saja. Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) I Nyoman Sudyana menyampaikan, Kampus belum pernah melakukan tes urin.

“Kita sangat setuju mas, sebaiknya dilakukan tes mulai pejabat, dan pegawai, setelah itu baru ke Mahasiswa. Dan bisa nanti langsung di informasikan ke Wakil Rektor Bidang Adminiatrasi dan Keuangan UPR pak Lewi.” jelas I Nyoman Sudyana ketika dikonfirmasi Menaranews.com

Disisi lain, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kalteng Baja Sukma menyampaikan, beberapa mahasiswa sebagian sudah pernah melakukan tes urin baik mandiri ataupun berkelompok seperti

Saya rasa Kalo Mahasiswa sudah ada sebagian yg melakukan test urine seperti Fakultas Pertanian pada tahun 2013 lalu.

“Sudah dilakukan, tetapi untuk tenaga Administrasi & Akademisi belum pernah, kita menyambut baik ide dari para mahasiswa untuk menggagas Lingkungan Kampus Bersih dari Narkoba, hal ini sejalan dengan program Gubernur yaitu Kalteng Bersinar (bersih dari narkoba) mewujudkan Kalteng Berkah” tutup Baja Sukma.(arli)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...