Lima Keturunan Sweeping di Lahan PT HIM

MENARAnews, Tubaba (Lampung) – Masyarakat dari lima keturunan kembali duduki lahan PT Huma Indah Mekar (HIM) seluas 1.500 hektar di Pal 133 – 139, Kamis (23/3/2017). Kali ini lima keturunan melakukan sweeping dan menyampaikan himbauan kepada para pekerja PT HIM agar tidak melakukan aktivitasnya di lahan tersebut.

Sebelum, memulai aksi sweeping, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Iwan TB mengumpulkan massanya yang berjumlah sekitar 50 orang di depan Komplek Pemkab Tulang Bawang Barat yang untuk melakukan konsolidasi. “Langkah yang akan dilakukan hari ini yaitu akan melakukan sweeping di wilayah lahan PAL 133 – 139 untuk mengontrol dengan cara-cara yang baik” ujar Iwan TB.

Saat ditemui oleh MENARAnews, Iwan TB memaparkan sejarah dari lahan yang mereka klaim sebagai tanah milik lima keturunan. “Lahan ini sudah diduduki sejak tahun 1999, namun karena kami mengerti keinginan dari perusahaan sehingga berusaha untuk merangkul dan  mengajak pihak perusahaan bekerjasama, sehingga pada saat itu pihak perusahaan sempat memberdayakan masyarakat sekitar untuk menjadi keamanan lahan dengan honor Rp 40 juta sebulan” ungkapnya

Iwan melanjutkan, hal itu berakhir pada tahun 2005 karena PT HIM dibeli oleh perusahaan yang baru yaitu Bakrie Sumatera Plantation sehingga misskomunikasi dengan masyarakat. “Sehingga masyarakat melakukan pendekatan-pendekatan dan berkoordinasi dengan pemerintah serta lembaga independen menyatakan bahwa  PT HIM sudah tidak layak berada di Kab. Tulang Bawang Barat yang banyak masyarakat di sekitarnya” tegasnya.

Selain itu, Iwan juga mengungkapkan bahwa HGU milik perusahaan PT HIM bermasalah karena diduga mal administrasi. “PT HIM memiliki cara-cara lain dengan kekuatan, dan didukung oleh kolega-kolega serta finansial, sehingga HGU hingga 2019 yang sedang dipermasalahkan dapat diperpanjang oleh PT HIM hingga tahun 2043” ungkapnya.

Pihak kami, lanjut Iwan, sudah berusaha berkomunikasi dengan baik ke pihak perusahaan agar antara pihak perusahaan dengan masyarakat dapat bergandengan dengan baik sehingga keduanya bisa berjalan. “Kami mengajukan adanya gedung, komputer, alat kantor dan lain-lain dengan nilai Rp 1 M. Akan tetapi, perusahaan tidak mengindahkan hal itu, jadi kami mengambil lagi apa yang menjadi hak kami” tegas Iwan.

Massa dari lima keturunan melakukan sweeping dan penghimbauan kepada pekerja PT HIM dari Posko 1 hingga Posko 4 PT HIM yaitu yang berada di PAL 133 – 139. (RZ)

Comments
Loading...