Kongres Masyarakat Adat Nusantara Hadirkan 17 Sarasehan Tematik

MENARAnews, Medan (Sumut) – Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) ke 5 yang dilangsungkan mulai Rabu (15/1/2017) akan menghadirkan 17 seresehan tematik.

Seresehan tersebut tersebar diseputaran Kampung Tanjung Gusta, Medan.

Selaku tuan rumah KMAN ke 5, Haruka selaku penanggungjawab sarasehan, mengatakan bahwa dalam sarehan nantinya akan membahas berbagai hal terkait masyarakat adat.

“Berbagai hal tentang masyarakat adat akan kita bahas dalam sarasehan tematik. Ke-17 sarasehan tersebut akan mengupas hal-hal masyarakat adat dalam bidang politik, hukum, perempuan dan lainnya”, ujar Haruka.

Haruka juga menambahkan bahwa selain menghadirkan pembicara dari AMAN, terdapat juga kalangan akademisi, praktisi hingga pemerintah yang akan menjadi pembicara dalam sarasehan. Berbagai kalangan tersebut diharapkan mampu untuk memberikan penjelasan dari sudut panjangnya.

Melalui KMAN ke 5 juga ditekankan dalam 3 hal penting yaitu rekomendasi pembahasan kongres, himbauan/maklumat terkait hal-hal apa yang dapat dilakukan untuk menjadi masyarakat adat yang berdaulat dan menuntut pemerintah untuk mempercepat menyelesaikan segala permasalahan mengenai masyarakat adat. Berikut daftar 17 sarasehan yang berlangsung pada Rabu (15/3/2017) :

  1. Tata Negara dan Reorganisasi Kelembagaan Negara,
  2. Mencari Format Pembelaan dan Pendampingan Hukum untuk Masyarakat Adat,
  3. Partisipasi Politik Masyarakat Adat dalam Sistem Demokrasi di Indonesia,
  4. Janji Nawacita : Realitas Masyarakat Adat dan Perempuan Adat,
  5. Pembangunan Infrastruktur dan Layanan Sosial untuk Masyarakat Adat.,
  6. Masyarakat Adat Mengurus dan Memanfaatkan Kekayaan Titipan Leluhur,
  7. Gerakan Rakyat Penunggu : Sejarah dan Perjuangan Menyintas Berbagai Bentuk Rezim Penakluk,
  8. Pendidikan untuk Masyarakat Adat.

Sedangkan untuk sarasehan pada Kamis (16/3/2017) akan bertemakan :

  1. Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019,
  2. Menggugat Posisi Perempuan Adat dalam Negara dan Masyarakat Adat,
  3. Disabilitas ditengah-tengah Masyarakat Adat,
  4. Mitigasi dan Adaptasi Bencana,
  5. Mewujudukan Kedaulatan Wilayah Adat,
  6. Spiritualitas dan Kebudayaan,
  7. Kelembagaan Ekonomi Masyarakat Adat,
  8. Kepemimpinan Generasi Penerus Masyarakat Adat,
  9. Rencana Kehidupan Wilayah Adat. (kar)
Comments
Loading...