Kisah Cinta Berawal Dari “Medsos”, Hingga Berakhir di Meja Hijau

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Kasus perkara pidana penipuan atas terdakwa Elly (26), warga desa Mantangai Hilir RT1 Kecamatan Mantangai pada, Selasa (29/3) siang mengagendakan pledoi (nota pembelaan).

Tampak dalam persidangan itu terdakwa terisak-isak ketika William Than Sigai SH, selaku penasehat terdakwa membacakan nota pembelaannya.  Sebab, terdakwa sangat menyesal dengan perbuatannya tersebut.

“Kami meminta keringanan hukuman bagi terdakwa. Dan kami serahkan sepenuhnya kepada majelis hakim untuk memutuskan perkara ini. Dengan segenap kerendahan hati, kami bermohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan memberikan putusan yang seadil-adilnnya,” kata William Than Sigai kepada awak media, Rabu (29/3).

Karena menurutnya, terdakwa sudah menyatakan dirinya bersalah melakukan tindak pidana “Secara berturut-turut dan berlanjut melakukan penipuan Sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 378 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP,” ungkap William.

Pihaknya berharap agar dimaklumi, dikarenakan terdakwa belum mengerti dengan media sosial, dan terdakwa itu merupakan orang desa yang sangat awam tentang seluk bekuk hukum. “Apalagi hubungan perkenalannya dengan saksi Fajar diawali dengan baik-baik, dan terus berlanjut menjadi hubungan pacaran melalui handphone bahkan sering melakukan phone sex,” ujar PH terdakwa.

Mengenai permintaan-permintaan transfer uang yang dilakukan terdakwa pada saksi Fajar itu, sambungnya, permintaan terdakwa selalu dipenuhi oleh saksi. “Dan itu adalah wajar, karena memenuhi keinginan dan menyenangkan hati sang pacarnya,” sebut William.

Terdakwa juga, kata dia, sangat bingung kalau pemberian-pemberian uang dari saksi itu berbuah menjadi penipuan yang ditimpakan kepada dirinya. “Padahal selama menjalin pacaran lewat HP, saksi Fajar selalu memenuhi keinginannya dan tidak pernah menolak,” tambahnya.

Atas perkara itu, terdakwa sangat menyesal setelah mengetahuinya bahwa tindakannya tidak membuahkan kebaikan bagi dirinya. “Untuk barang bukti yang disita, yaitu berupa sepeda motor honda Scopy, 120 unit kayu meranti jenis lamiyang, dan HP samsung Galaxy A3 untuk kembali memberikannya kepada terdakwa,” ungkapnya.

Maka, lanjut William, pihaknya memohon kepada yang mulia majelis hakim agar memberikan putusan yang seadil-adilnya terhadap perkara kepada terdakwa. “Karena menurut terdakwa apabila sudah dijatuhkan atau dihukum penjara 1 tahun 6 bulan itu terlalu berat. Sebab terdakwa memiliki satu orang anak yang masih kecil, dan sebelumnya terdakwa tidak pernah melakukan pidana dan dihukum,” ujarnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Teddy Valentino SH mengatakan pihaknya tetap kepada tuntutan. “Yakni dihukum 1 tahun 6 bulan,” ucapnya ketika ditanya oleh majelis hakim yang diketuai Nurhayati Nasution SH MH.

Untuk diketahui, kasus tersebut berawal dari perkenalannya dengan Fajar pada media sosial facebook dengan memakai akun bernama Hj Elyyza Sasa Mikayla yang berprofesi sebagai dokter kandungan di Puskesmas Mantangai. Dan terdakwa menggunakan gambar yang bukan dirinya. Dengan seperti itu, terdakwa setelah berkenalan dengan korban mulai merayunya hingga berhubungan asmara melalui medsos. Terdakwa pun meminjam sejumlah uang secara berturut-turut hingga mencapai lebih dari Rp67 juta. Lalu, ketika korban menagih pinjaman tersebut, si terdakwa terus menghindar darinya. (hd)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...