Ketua LMA: Soal Isu Lingkungan, Saya Berdiri Paling Depan

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Ketua LMA Port Numbay, George Awi mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan memberi toleransi atas perilaku warga yang tak menghargai keberadaan tiga kampung, Tobati Engros dan Nafri sebagai masyarakat yang mendiami Teluk Yotefa.

Saat ini banyak sekali orang yang hanya berujar bangga dengan teluk namun tak mau ikut menjaga. Karenanya, tiga kampung di atas yg terus menerus menjadi sasaran perilaku buruk masyarakat yang tak menghargai lingkungan.

“Saya ingin tegaskan bahwa mereka pemilik negeri dan tidak harus dikorbankan. Saya akan berdiri paling depan untuk penyelamatan teluk. Saya juga meminta kelompok yang peduli tidak mundur untuk terus berjuang menyelamatkan teluk yang terus menerus rusak akibat perilaku masyarakat di kota,” kata Awi dalam pertemuan dengan Ketua Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG) Fredy Wanda, konsultan pariwisata papua Jackelin Patodi Galatang, Kadistrik Abepura Bobby Awi dan sejumlah dosen ISBI Tanah Papua di kediamannya di tanah hitam, Senin (13/3/2017).

Dikatakan, beberapa waktu ke depan di lokasi dermaga Abesauw juga akan digelar event lingkungan yang mengangkat isu kearifan lokal yang mulai hilang, rusaknya hutan mangrove, sendimentasi hingga sampah dan limbah yang semuanya bermuara di Teluk Yotefa.

“Itu yang saya katakan jangan hanya bangga tapi harua peduli,” katanya.

Sementara itu, Ketua FPPNG Fredy Wanda menyampaikan bahwa pihaknya tengah menggarap event Green Yotefa Performing Art (GYPA) pada bulan ini (Maret). Ia berharap kegiatan yang melibatkan banyak semangat muda ini bisa ikut menjadi perhatian bagi pemerintah.

“Murni soal lingkungan yang kami garap dalam bentuk seni. Kami ingin mengingatkan bahwa ada peduli yang belum kembali dan semua karena ulah kita,” jelas Fredy.

Teluk Yotefa dikatakan menjadi kebanggaan masyarakat kota namun selama ini masih minim kepedulian.

“Saya waktu masih remaja sering mandi di kawasan teluk dan saat itu kami masih menemukan kuda laut dan akar bahar. Saat ini yg ditemukan hanya sampah plastik bahkan kangkung juga bisa tumbuh di pinggiran, artinya tngkat keasaman air sudah tidak seperti dulu dan ini banyak perubahan,” katanya (Surya).

Comments
Loading...