Kecamatan Ini Penyumbang Kabut 70 Persen setiap Tahunnya di Palangka Raya

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya adalah penyumbang kabut asap terbesar setiap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), seperti yang dikatakan langsung oleh camat Jekan Raya, Sahrudin, kurang lebih sekitar 70% persen penyumbang kabut asap di Kota Palangka Raya.

“Setiap terjadi kebakaran hutan dan lahan terjadi di Palangka Raya, kecamatan Jekan Raya penyumbang kabut asap terbesar dibandingkan 4 kecamatan yang lainnya, sebab lahan gambut yang dimiliki cukup luas dengan ketebalan gambut yang cukup tebal,” ucapnya saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (23/3).

Sedangkan untuk mengantisipasi, lanjutnya, pihaknya akan mengerahkan Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) yang berada di setiap kelurahan, meskipun dari 4 kelurahan hanya ada 1 kelurahan yang memiliki TSAK dengan fasilitas lengkap.

“Kita akan memaksimalkan TSAK yang ada di kelurahan Bukit Tunggal, sebab fasilitas yang dimiliki cukup lengkap dengan beberapa tambahan fasilitas dari pemerintah kota (Pemko),” cetusnya.

Sementara untuk sumur bor, pihaknya tidak mengetahui jumlah persis yang ada di wilayah Kec. Jekan Raya, namun dipastikan semua sumur bor sudah berada pada titik rawan kebakaran.

“Sumur bor yang ada adalah bantuan dari pihak provinsi, sementara untuk jumlahnya kami tidak mengetahui, karena memang tidak ada informasi dari provinsi terkait jumlah sumur bor tersebut,” katanya.

Dia juga mengatakan, ada satu daerah yang memang rawan kebakaran di wilayahnya, akan tetapi meskipun hanya satu daerahnya cukup luas dengan tingkat ketebalan gambut cukup tebal.

“Memang ada beberapa titik yang rawan kebakaran, tetapi daerah lingkar luar lah yang tidak pernah absen penyumbang titik api setiap musim kemarau,” ungkapnya.

Imbuhnya, meskipun pihaknya memiliki TSAK dengan fasilitas lengkap progress penanggulangan diperkirakan hanya mampu mencapai 40 persen tanpa bantuan pihak lain.

“Menurut informasi dari BMKG, bahwa bencana Karhutla pada tahun ini akan lebih besar berdasarkan lamanya waktu musim kemarau yang akan dialami,” pungkasnya. (AF)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...