http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Kapan Sekolah Gratis di Palangka Raya Dapat Terwujud?

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Sekretaris Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Subandi menginginkan implementasi pendidikan gratis di kota setempat dapat segera terwujud. Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat anggaran pendidikan yang cukup memadai diyakini mampu mendorong sekolah-sekolah untuk menerapkan pendidikan gratis bagi peserta didiknya.

Subandi menyampaikan keinginan tersebut, karena berdasarkan apa yang di dapat pihak Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kota di Jawa Timur.

Dimana kata dia, dengan hanya APBD sebesar Rp. 800 Miliar lebih,  Kecamatan Bumiaji Kota Batu, Malang Jawa Timur mampu menggratiskan biaya pendidikan bagi seluruh sekolah SD hingga SMA di wilayahnya, dimana sekolah-sekolah di kota itu tidak memungut  biaya sedikitpun pun, karena mereka mengandalkan dari dana BOS Nasional (BOSNAS) dan BOS Daerah (BOSDA).

BOS Daerah di sana berupa Peraturan Walikota setempat, satu orang siswa Rp 20.000, tapi penggunaanya 50 persen untuk peningkatan kualitas guru, 10 persen untuk pengembangan guru pendidikan dan 10 persen lagi untuk sarana fisik sekolah.

Selain itu, siswa juga mendapat tambahan gizi berupa pembagian susu yang nilainya Rp3.200/siswa dikelola oleh koperasi setempat, dan ada makanan tambahan Rp5000/siswa yang dikelola oleh paguyuban (dikenal Komite).

“Kenyataan itu kami dapatkan ketika kunjungan kerja sekaligus studi banding ke SDN 01 Punten, Kecamatan Bumiaji Kota Batu, Malang, saat mendampingi Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya bersama 90 orang rombongan kelompok kerja kepala sekolah (K3S) SD/MI Se Kota Palangka Raya,” ungkap Subandi, Senin (6/3) di Palangka Raya.

Menurut dia, itulah kelebihan Pemerintahan Kota Batu, Malang, dimana dengan APBD Rp 800 Miliar lebih dan anggaran Dinas Pendidikan setempat hanya Rp200-an Miliar, namun mampu menggratiskan biaya pendidikan bagi sekolah SD hingga SMA/SMK, karena disana ada kebijakan dari BOSDA ditambah dengan BOSNAS tersebut.

“Memang jumlah guru disana tidak sebanyak guru di Kota Palangka Raya, hanya 2.000-an orang sehingga pembangunan sekolah dengan bantuan dana BOS bisa terbantu. Selain itu, sekolah disana memiliki 18 ekstra kurikuler, salah satunya tarian daerah, wajib bahasa Inggris dan bahasa daerah,” terangnya.

Menurutnya, ada juga tambahan penghasilan/insentif/honor bagi guru yang menguasai salah satu bidang ekstra kurikuler, misalkan bisa menari dan diajarkan kepada siswa les tarian. Jadi sekolah tersebut memberdayakan tenaga guru setempat dan tidak mengambil guru dari luar.

“Dengan memperhatikan kemajuan pendidikan di daerah tersebut, untuk Kota Palangka Raya, saya pikir Pemerintah Kota perlu memikirkan untuk memberikan BOSDA seperti daerah lain. Karena dari segi aturan diperbolehkan, BOSDA dimaksud sebagian untuk kesejahteraan dan peningkatan kualitas guru dan sebagian lagi untuk sarana fisik,” cetusnya.

Disebutkan Subandi, dengan APBD Kota Palangka Raya sekarang mencapai Rp 1,1 Triliun dan anggaran pendidikan mencapai Rp 300 Miliar lebih,  bukan tidak mungkin bisa dilakukan hal serupa dengan daerah lain seperti implementasi yang dilakukan Kota Malang terhadap pendidikan tersebut.

“Pemerintah Kota Palangka Raya terlebih dahulu harus mampu merasionalisasikan tenaga pendidik, sehingga tenaga pendidik disesuaikan dengan jumlah siswa yang ada sekarang. Dengan harapan anggaran pendidikan yang lebih besar itu diarahkan ke belanja langsung, perbaikan fisik sekolah maupun peningkatan SDM guru,” pungkasnya.(AF)

Editor : Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,689PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.