Johnson Panjaitan : Kasus Pemalsuan Ijazah H Mulyar Samsir Terlihat Ada Rekayasa, Hakim Sedang “TERTIMPA MUSIBAH”

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Agenda pemeriksaan saksi dalam kasus dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan H Mulyar Samsi selaku terdakwa, menghadirkan dua orang saksi yaitu mantan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Kapuas tahun 2008-2010, Fredrik Timbung SH dan Kadis Pendidikan Kabupaten Kapuas tahun 2005-2007, Antil S Baron, rabu (22/3)

Pengacara terdakwa, Johnson Panjaitan mengatakan sidang dari awal sejak dikepolisian terlihat ada rekayasa. Katanya proses dipenyidikan hingga menjadi berkas agak aneh.

Kata Johnson, kedua saksi yang dihadirkan dipersidangan sebelum dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP), saksi dipanggil polisi dan sudah diarahkan. “Akibatnya, disidang muncul keterangan yang aneh,” ucapnya.

Johnson mengatakan, penuduhan ijazah palsu tersebut tidak dibuktikan dengan berkas ijazah yang asli sebagai pembanding, akan tetapi yang diajukan dipengadilan hanyalah fotocopy. Selain itu juga keterangan saksi pada saat sidang terdengar aneh.

“Saya sudah pelajari betul Berita Acara Pemeriksaannya beserta sistemnya, kan itu sistem ? Gak bisa direkayasa-rekayasa,” ucapnya.

Selain itu, tambahnya, Hakim sedang “tertimpa musibah”. Karena Polisi yang merekayasa kasus ini dan juga Jaksa tidak menahan terdakwa, malah tiba-tiba hakim yang menahan. Dia mengharapkan Hakim memproses persidangan ini dengan benar.

Johnson juga menambahkan, terdakwa sudah menunjukkan Ijazah, SKHUN dan Daftar Nilai asli yang dikeluarkan dari Balitbang pusat sesuai dengan peraturan Undang-Undang serta prosedur sistem Pendidikan Nasional. Sedangkan penyidik hanya fotocopy dan tidak pernah dibawa ke laboratorium forensik.

“Kalau itu dibawa kelaboratorium forensik, terdakwa ini tidak bisa apa-apa jika dipalsukan, tapi kata saksi  anehnya tidak dibawa. Saya berharap Hakim lurus berdasarkan fakta persidangan dan bukti yang benar, karena ini penting untuk kedepan,” pungkasnya. (kontributor)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...