Ini Kronologis Penangkapan 2 Bandar Sabu Jaringan Internasional di Medan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Tim Bareskrim Mabes Polri kembali mengungkap jaringan internasional narkoba di Medan, Senin (21/03/2017). Dua terduga bandar, tewas karena ditembus timah panas petugas lantaran melawan saat penangkapan.
Penangkapan kali ini adalah hasil pengembangan dari pengungkapan bandar narkoba di Jakarta. Tim menangkap Munizar. Jaringan Internasional pengendali Malaysia-Aceh Tamiang-Jakarta.
Tim Mabes Polri langsung merilis identitas pelaku yang jenanzahnya kini ada di RS Bhayangkara Medan. Keduanya adalah Husni, warga Perumahan Pondok Surya II, Medan Helvetia dan Azhari alias Al, warga Aceh.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto menjelaskan, terduga bandar Husni pernah menjadi residivis di Polrestabes Medan 2013 lalu.
“Husni merupakan bandar sindikat ini. Dia adalah residivis Polrestabes Medan di tahun 2013 atas kepemilikan 2 kg sabu dengan ancaman 6,5 tahun, namun dia hanya menjalani 3,5 tahun. Sementara Azhari alias AI adalah koordinator distribusi narkotika dari Malaysia ke Aceh,” kata Eko saat paparan kasus di RS Bhayangkara Medan, Kamis (23/03/2017).
Kronologis penangkapan keduanya berawal dari pengembangan kasus di Jakarta. Petugas berhasil menangkap dua orang kurir, AS dan NT di depan Mal Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur pada 17 Maret 2017 sore.
“Dari tangan keduanya disita 1 kg sabu, kemudian kami temukan kembali 0,5 kg di apartemen Titanium Square satu jam kemudian,” ujar dia.
Setelah diperiksa, keduanya mengaku sebagai kurir suruhan Munizar. Polisi langsung mengejarnya. Munizar diringkus di Bogor.
Tim langsung bergerak ke rumah kontrakannya di Kalisari, Pasar Rebo. Di sana, petugas menemukan 5 kg sabu, 190.000 ribu butir ekstasi dan 5 ribu happy five.
Tak sampai disitu, tim melakukan pengembangan ke perumahan Kamal Kapuk Square Blok K51. Dari dalam rumah, petugas menemukan 30 springbed dan 10 mesin cuci. Dari dua mesin cuci, ditemukan 45 ribu butir pil happy five.
“Mereka mengakui ada menerima 91 kg sabu dari bandarnya, 350 ribu happy five dan 450 ribu ekstasi. Artinya, hampir 65 persen sudah beredar,” kata Eko.
Munizar mengaku disuruh oleh Husni yang berada di Medan. Tim langsung berkoordinasi dengan Polda Sumut. Pada 19 Maret 2017, tim berangkat ke Medan.
Tim lalu menangkap Husni di kediamannya di Komplek Perumahan Pondok Surya II, Medan Helvetia. Setelah pengembangan, ternyata Husni punya tempat penyimpanan narkoba di lain tempat. Tim bergerak ke rumah Husni yang lain di Jalan Peringgan Gang Rambutan, Medan Helvetia.
Ternyata Husni juga menyimpan sepucuk laras panjang AK-47 dan sebuah pistol revolver beserta amunisi kaliber 5,6 sebanyak 250 butir dan 5 butir amunisi revolver.
Tim juga meringkus Azhari alias AI. Dia berperan sebagai koordinator distribusi narkotika asal Malaysia ke Aceh.
“Saat pengembangan, satu lari ke Binjai dan satu lari ke Langkat, tepatnya di perbatasan Sumut-Aceh, kami lakukan tindakan tegas terhadap H dan A alias AI sehingga keduanya meninggal,” pungkas Eko. (Yug)
Comments
Loading...