Ini Kata Walikota Palangka Raya Soal Pilwalkot 2018

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Suhu perpolitikan di Kota  Palangka Raya masih terbilang belum memanas. Pun demikian diperkirakan memasuki pertengahan tahun ini atau tepatnya di bulan Agustus 2017, suasana perpolitikan diyakini akan kental, dimana Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya mulai melaksanakan berbagai tahapan untuk menggelar kembali perhelatan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Walikota dan Wakil Walikota Palangka Raya tahun 2018. Pun demikian sejumlah figur yang digadang-gadang bakal mewarnai pilwalkot tersebut, sudah mulai santer terdengar dan dibicarakan sejumlah kalangan, baik elit politik maupun warga Kota Palangka Raya.

Lalu bagaimana pandangan Wali Kota Palangka Raya, HM. Riban Satia, yang memang tidak mungkin lagi bertarung untuk Pilwalkot 2018, mengingat dirinya sudah dua periode memimpin kota yang berjulukan ‘Kota cantik’ itu.

Menurut Riban, Ia belum mau berbicara banyak soal Pilwalkot saat ini, termasuk bicara soal dukungan terhadap figur yang dianggapnya tepat.

“Soal pilwalkot Kota Palangka Raya, saya belum mau berkomentar lebih banyak, termasuk mau mendukung atau menjatuhkan pilihan kepada siapa-siapa yang maju. Namun yang pasti, selaku warga negara serta masyarakat Kota Palangka Raya, tentu kita harus mendukung siapa pun yang nantinya maju pada pilwalkot, karena semuanya demi pembangunan di kota ini juga,” tuturnya, saat dibincangi sejumlah awak media, Jumat (17/3) di Balai Kota Palangka Raya.

Namun, dirinya berharap banyak kepada para bakal calon walikota maupun bakal calon wakil walikota, setidaknya memiliki komitmen untuk meneruskan pembangunan Kota Palangka Raya, yang sudah dijalankan selama ini.

“Selama kepemimpinan kami selama ini, maka program yang bersentuhan dengan visi dan misi yakni pendidikan, jasa dan pariwisata, tengah dijalankan. Hanya saja untuk pencapaiannya tentu harus dilakukan berkelanjutan. Nah, ketika program ini sudah berjalan dan berapa besar anggaran yang telah dikeluarkan, maka mestinya pemimpin berikutnya harus mampu meneruskan lagi pembangunannya,” cetusnya.

Sebab lanjut dia, akan disayangkan apabila pemimpin selanjutnya memiliki program yang tidak searah untuk melanjutkan program yang sudah dijalankan. Terlebih apabila program pemerintah tersebut masuk pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD)  yang tidak lepas dari visi dan misi pemerintah daerah sebelumnya.

“Seperti pembangunan sektor pariwisata yang dilakukan saat ini, tentunya tidak begitu secepatnya dilakukan, dan itu harus berkelanjutan. Begitu pula sektor pembangunan pendidikan  ini juga tidak bisa putus untuk diteruskan. Maka karena itu pemimpin ke depan harus jeli melihat apa yang sudah dikerjakan selama ini, oleh pemerintah sebelumnya,” tandasnya.

Saat ini pun, lanjut Riban, dirinya dan Wakil Walikota Mofit Saptono masih harus menyelesaikan sejumlah tunggakan-tunggakan pembangunan baik fisik maupun non fisik hingga tahun 2018 mendatang. Semua itu kata dia menjadi target yang harus dituntaskan oleh setiap proses masa pemerintahan.

Kembali kesoal pilwalkot lanjut Riban, saat ini pihaknya tengah melakukan  kesiapan, utamanya untuk menyiapkan anggaran untuk terselenggaranya pelaksanaan pilwalkot tersebut,  dimana anggaran akan bersumber dari APBD perubahan 2017 dan APBD murni 2018 Kota Palangka Raya, yang bila ditotalkan sebesar Rp 18,6 milyar lebih, diluar alokasi anggaran untuk kesiapan fasilitasi Linmas yang dilibatkan pada proses pelaksanaan pilwalkot.

“Untuk tahap persiapan awal pemko sudah mengalokasikan anggaran bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya, sebesar Rp500 juta, nanti akan digelontorkan lagi secara bertahap terutama menjelang pelaksanaan tahapan-tahapan hingga sampai tahapan pelaksanaan di tahun 2018,” tutup Riban.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...