http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Ini Jawaban Perihal Beras “Aneh” di Palangka

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kekhawatiran beberapa masyarakat Kota Palangka Raya terkait adanya dugaan beras oplosan yang beredar dan dijual di pasar tradisional ditanggapi Pemerintah Daerah  melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalteng, dan Bulog Kalteng.

Seperti pemberitaan sebelumnya, terdapat informasi yang disampaikan oleh beberapa warga Tanjung Pinang Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya, beras yang dibeli di pasar tradisional ketika dimasak rasa dan teksturnya tidak seperti kebanyakan nasi dari beras jenis lainnya.

Kepala Disdagperin Provinsi Kalteng, Susana Ria Aden ketika dikonfirmasi langsung mengambil tindakan dengan mengambil sampel beras yang dibeli masyarakat bersangkutan.

“Kita akan langsung lakukan tindakan, langsung aja tunjukin tempat dimana beras dibeli. Kita uji laboratorium apakah beras tersebut mengandung sintetis atau bagaimana,” tegas Susana Ria Aden.

Disis lain, Kasi Sekretariat Umum dan Hubungan Masyarakat (Humas) Devisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Kalteng, Helmi Suyudi ketika dibincangi Menaranews.com, Senin (06/02) di Palangka Raya menyampaikan, sejauh ini belum ada laporan yang disampaikan masyarakat terkait persoalan tersebut.

“Kalau untuk Beras Bulog sendiri terkait penyaluran beras raskin (Rastra.red), kita juga belum ada penyaluran ke masyarakat sampai dengan saat ini sesuai dengan Pemerintah dari pusat. Terkait beras plastik (sintetis.red), saya rasa tidak,” jelas Helmi.

Pihaknya menilai, karena fenomena ini ada kaitannya dengan pasaran bebas sehingga tidak dapat diketahui penyebab pastinya. Sehingga masyarakat sendiri ada yang merasakan perbedaan ketika mengolah beras yang dibeli di pasaran.

Beras yang tersedia di pasar, menurutnya kembali, banyak jenis, baik dari kualitas dan cara memasaknya berdasarkan kebiasaan masyarakat juga berbeda-beda, sehingga tekstur yang dihasilkan juga berbeda-beda.

“Kita ga tau persisnya seperti apa ya, yang jelas harus ada uji laboratorium dari Balai POM, kalau memang itu dirasakan masyarakat ada yang berbeda dari beras yang biasanya.” jelasnya menambahkan.

Berdasarkan hasil pengalaman, tidak menutup kemungkinan beras yang dikonsumsi oleh masyarakat terkait memiliki kader airnya tinggi sehingga cepat berubah baik dari rasa dan teksturnya (umur simpannya.red).

Sementara dari Bulog sendiri, umur simpannya sudah dilakukan uji laboratorium mulai dari tingkat kadar air dan sebagainya, sehingga kualitas dari beras meski disimpan lama tidak cepat berubah.(arli)

Editor : Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,694PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.