Hubungan Guru Agama dan Cinta Tanah Air

MENARAnews, Medan (Sumut) – Mata pelajaran agama merupakan mata pelajaran yang wajib diajarkan kepada peserta didik pada lingkungan sekolah. Untuk mengajarkan mata pelajaran agama ini maka sebuah sekolah memerlukan guru agama. Guru agama merupakan seseorang yang bukan hanya memiliki kewajiban dalam mengajar, namun juga memiliki kewajiban untuk mendidik, membimbing, menuntun dan memberikan teladan yang baik serta menghantarkan peserta didik kearah kedewasaan baik jasmani dan rohani.

Hal ini sebagaimana tujuan pendidikan agama yang dikemukakan oleh Zuhairini dalam bukunya Sejarah Pendidikan Islam, yaitu: membimbing dan mendidik anak sehingga menjadi seorang muslim yang beriman, sejati, teguh, beramal saleh, berakhlak mulia dan berguna bagi masyarakat, bangsa dan agama.

Dalam prakteknya, kehadiran guru agama pada lingkungan sekolah sejatinya tidak hanya menanamkan ajaran-ajaran agama dan akhlak mulia saja, namun juga harus menanamkan kecintaan pada tanah air. Seiring dengan tumbuhnya radikalisme di Indonesia maka peran guru agama di lingkungan sekolah menjadi sangat penting. Pada saat ini faktanya banyak terjadi tindakan kekerasan, terorisme yang dilakukan oleh beberapa kalangan yang mengatasnamakan ajaran agama. Padahal setiap agama, baik agama apapun itu tidak ada yang mengajarkan keburukan pada pengikutnya.

Hal ini tentunya menjadi pertanyaan besar kepada kita, tentang peranan pendidikan agama khususnya di lingkungan sekolah dalam menanamkan sikap cinta terhadap tanah air. Dalam materi pendidikan agama, khususnya materi pendidikan agama Islam (PAI) terdapat materi yang mengajarkan secara khusus membahas akan pentingnya mencintai dan membela tanah air. Guru pendidikan agama harus menyampaikan materi tersebut, sehingga dapat meresap pada jiwa peserta didik akan pentingnya mencintai dan menjaga tanah air.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencintai dan menjaga tanah air adalah dengan menjaga perdamaian, saling menghormati antara suku dan agama yang berbeda. Tentunya kita semua tahu memahami bahwa masyarakat Indonesia memiliki keragaman, baik itu, suku, bahasa, maupun agama. Untuk menjaga persatuan dan kesatuan dan tanah air maka harus tercipta kedamaian dan sikap saling menghormati terhadap perbedaan yang ada. Terkadang akibat perbedaan tersebut, sering mengundang pertikaian dan permusuhan di kalangan masyarakat.

Perbedaan agama terkadang sering dijadikan penyebab dalam terjadinya pertikaian di kalangan masyarakat. Hal ini semua terjadi akibat kurangnya pemahaman akan ajaran agama dan tidak adanya rasa saling menghormati terhadap perbedaan yang ada. Di lingkungan sekolah sendiri sampai sekarang masih banyak guru agama yang belum menyadari dan memahami akan pentingnya mengajarkan nilai-nilai kebangsan atau cinta tanah air. Materi ini seringkali diabaikan oleh sebagian guru agama. Karena menganggap bahwa materi ini kurang begitu penting bagi siswa.

Guru pendidikan agama pada prakteknya lebih cenderung mengajarkan materi akidah, akhlak dan tata cara ibadah kepada peserta didiknya. Karena tidak dapat dipungkiri juga memang materi tersebut sangat penting bagi siswa, namun juga guru agama tidak boleh menyampingkan atau mengabaikan untuk tidak mengajarkan materi cinta tanah air dalam pelajaran agama kepada peserta didik. Hal ini memang tidak berdampak secara langsung, namun dampaknya pasti ada.

Saat ini dampak tersebut kelihatanya sudah mulai banyak terjadi, misalnya tindakan ingin meruntuhkan, dan mengguncang stabilitas negara sudah sering terjadi, seperti tindakan kekerasan terhadap suatu golongan tertentu, tindakan pengerusakan pada fasilitas negara maupun yang saat ini hangat dibicarakan adalah tindakan terorisme yang sedang mengancam negeri ini. Karena itu, penting kiranya menanamkan cinta tanah ait terutama bagi peserta didik. cinta tanah air merupakan suatu sikap seseorang yang dibuktikan dengan berusaha agar negerinya tetap aman, sentosa, dan sejahtera.

Sebagai bagian dari warga negara Indonesia kita wajib mempunyai rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa, yaitu: merasa bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia, tidak melakukan perbuatan dan tindakan yang rnerugikan tanah air, setia dan taat kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Oleh karena itu, guru sebagai pendidik di lingkungan sekolah, wajib mengajarkan dan menanamkan akan cinta terhadap tanah air kepada siswanya.

Comments
Loading...