Hadiri Deklarasi Damai, Ini Kata Bupati Tangerang

MENARAnews, Kabupaten Tangerang (Banten) – Masyarakat Ds. Tegal Kunir Lor, Ds. Tegal Kunir Kidul dan Ds. Banyu Asih dari berbagai unsur telah sepakat tidak akan melakukan tindakan yang melanggar hukum, pembalasan atau penyerangan ke Ds. Kosambi atas kejadian penjambretan telepon seluler yang terjadi di Ds. Kosambi, Kec. Sukadiri.

Diketahui bahwa pelaku penjambretan yang merupakan warga Desa Tegal Kunir meninggal dunia pada Minggu dini hari (5/3) karena dikeroyok oleh massa yang berasal dari desa Kosambi.

Dampak dari kejadian tersebut, beredar melalui medsos rekaman video pengeroyokan tersangka penjambretan inisial Rs, dengan judul “Jambret HP”. Dalam rekaman tersebut, terdapat kata-kata “Orang Tegal Kunir Matiin aja”, sehingga membuat warga Ds. Tegal Kunir Kidul, Ds. Tegal Kunir Lor dan Ds. Banyu Asih, Kec. Mauk berniat akan melakukan penyerangan kepada Ds. Kosambi, Kec. Sukadiri.

Dalam rangka menyikapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama pihak terkait lainnya bekerja sama untuk menggelar Deklarasi Damai Tegal Kunir dan Kosambi.

“Kita tidak boleh mengkotak-kotakan masyarakat karena seluruh masyarakat sama tingkatannya dan tidak ada yang dibedakan. Pemkab Tangerang akan terus menciptakan situasi yang kondusif untuk masyarakat”, demikian dikatakan Bupati Tangerang Zaki Iskandar saat menghadiri Deklarasi Damai di lapangan Kobra Jaya, Desa Gintung, Kec. Sukadiri. (17/03/2017).

Ia menegaskan, sikap ukuwah islamiyah harus selalu diutamakan oleh masyarakat Kabupaten Tangerang, jangan sampai sesama muslim atau saudara yang lain berkonflik karena suatu permasalahan yang seharusnya dapat diselesaikan secara musyawarah.

Di tempat yang sama, Tokoh Masyarakat Desa Kosambi Saproni menuturkan, permasalahan masyarakat dua desa sudah diserahkan kepada aparat hukum. Untuk itu, sebagai umat Islam kita harus dapat saling memaafkan dan saling menghargai sesama umat muslim.

“Dengab adanya deklarasi damai diharapkan dapat saling memaafkan tanpa harus ada konflik berkepanjangan yang nantinya hanya akan merugikan masyarakat” pungkas Saproni.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Desa Tegal Kunir Ahmad mengungkapkan, seluruh masyarakat Desa Tegal Kunir secara tegas akan mendukung dengan adanya deklarasi damai hari ini, yang didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dari dua desa.

“Kepada aparat hukum dapat bertindak tegas dengan memberikan sanksi kepada setiap pelaku yang melakukan aksi kekerasan yang berujung menghilangkan nyawa orang lain”, tandas Ahmad. (IY)

Comments
Loading...