Gubernur dan Bupati ‘Perang’ Batang Suli

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) –  Acara adat Laluhan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke 211 dan HUT Pemerintah Kabupaten Kapuas ke 66 kembali jadi tontonan menarik bagi warga Kapuas, Selasa (22/3/2017).

Sekitar pukul 10.30 WIB, ribuan warga telah tumpah ruah memenuhi Pelabuhan Danu Mare Kuala Kapuas tempat berlangsungnya acara adat Laluhan. Mereka sengaja melupakan aktivitasnya sejenak guna menyaksikan acara adat yang digelar satu kali dalam satu tahunnya itu.

Menariknya Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran ikut ambil bagian dalam acara itu berbaur dengan masyarakat menumpangi perahu hias bercirikan khas adat dayak Kalteng.

Sedangkan Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat bersama Ketua DPRD Kapuas Algrin Gasan dan pejabat lainnya menunggu di Pelabuhan Danu Mare lengkap dengan batang suli di tangan yang akan digunakan sebagai senjata dalam peperangan acara adat Laluhan tersebut.

Tak berselang lama perahu yang ditumpangi Gubernur pun datang, yang kemudian disambut dengan saling lempar batang suli.  Gubernur Sugianto Sabran beserta warga yang berada di atas kapal pun tak tinggal diam, mereka pun juga turut melemparkan batang suli kearah lawannya yang berada di atas pelabuhan.

Perang batang suli ini berlangsung kurang lebih satu jam, yang kemudian di akhiri dengan merapatnya perahu ke Pelabuhan Danu Mare Kuala Kapuas. Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat beserta warga pun kemudian menyambut kedatangan Gubernur dan para pejabat yang berada di atas perahu tersebut.

Acara adat Laluhan merupakan salah satu acara yang biasanya dilaksanakan pada saat upacara Tiwah, yaitu upacara mengangkut tulang belulang seseorang yang telah meninggal dari liang lahat ke suatu bangunan kecil yang disebut Sandung (bangunan tempat menyimpan tulang,red). Acara ini berkaitan erat dengan kepercayaan agama Keharingan.

Laluhan berasal dari kata Laluh yang berarti pemberian. Pemberian ini diantar dengan mengunakan rakit, perahu atau angkutan air lainnya. Adapun pemberian, adalah merupakan ungkapan kebersamaan atau gotong-royong untuk meringankan beban keluarga yang menyelenggarakan upacara tiwah, sebab biaya yang upacara tersebut sangat besar.

Pemberian yang diterima penyelenggara upacara tiwah akan dibayar pada saat si pemberi menyelenggarakan upacara yang dimaksud. Ada beberapa jenis laluhan, sesuai dengan jenis barang pemberian yaitu Laluhan Metu, Laluhan Daun dan Laluhan Sapundu.

Selain beberapa jenis laluhan tersebut, masih ada beberapa jenis laluhan lainnya. Namun pada jaman sekarang ini, acara laluhan sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi tontonan yang menarik. (kontributor)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...