Evaluasi, PDI-P Kalteng Juga Jalin Komunikasi Dengan Parpol Lain

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Tidak lolosnya Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) khusus di Kabupaten Barito Selatan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akan menjadi bahan evaluasi tersendiri dari parpol berlambang banteng tersebut.

Evaluasi tersebut dipersiapkan dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada 2018 di 11 Kabupaten/Kota se Kalteng mendatang. PDI-P sendiri saat ini melakukan beberapa strategi diantaranya menjalin komunikasi ke sejumlah partai politik lain.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Hukum, Politik dan Keamanan DPD PDI-P Kalteng Donny Y Laseduw, bahwa PDI-P tentunya memiliki mekanisme, serta nantinya juga akan melihat calon-calon yang layak dalam arti memiliki satu sikap dengan garis partai yakni kebangsaan Nasionalis.

“Kita menempatkan orang siapapun dia, tidak ada pengaruh soal agama atau suku. Yang penting dia mampu untuk mensejahterakan rakyat. Dan ini sudah kita letakkan dalam sebuah mekanisme. Dan kita kerja terus,” jelas Donny Y Laseduw selasa (07/03) di Palangka Raya.

Dirinya menilai bahwa banyak hal yang mempengaruhi calon Petahana tidak dapat duduk kembali sebagai Bupati dalam proses Pilkada 2017 kemarin, diantaranya ada beberapa program kegiatan yang belum terlaksana, sehingga kemudian akan dilakukan evaluasi kembali.

Kedepannya PDI-P benar-benar harus bisa memastikan apakah calon Petahana benar-benar sudah membangun komunikasi dengan rakyat semasa kepemimpinan yang bersangkutan.

“Semua itu kita akan lakukan, dan kita tidak mau tersangkut pada batu yang sama. Maka bahan-bahan evaluasi betul-betul dikaji benar. PDI-P Pilkada 2018 nanti menargetkan 6 Kabupaten yang akan dimenangkan dari 11 Kabupaten/Kota yang melaksanakan,” jelasnya kembali.

Disinggung mengenai persyaratan kursi partai untuk mendukung pasangan calon di Kabupaten/Kota nantinya. Dikatakan Donny kembali, ada beberapa Daerah yang bisa didukung oleh Partai sendiri atau tanpa koalisi dengan partai lain.

Komunikasi bertujuan untuk mencari titik temu dan persepsi yang sama, untuk mengetahui dan mencari siapa calon atau figur yang akan mampu memberikan jawaban yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat di Kabupaten yang bersangkutan.

“Ada juga beberapa daerah yang harus berkoalisi dengan partai lain, oleh karenanya Komunitas dengan partai-partai politik lain akan terus kita bangun, baik itu dengan Nasdem, Golkar, Gerindra, PPP, PKB atau PAN dan lain sebagainya, semua kita bangun,” tutupnya.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...