Dua Anak Disabilitas Diduga Jadi Korban Pungli Dinsos Deli Serdang

MENARAnews, Deli Serdang (Sumut) – Dua bersaudara penyandang disabilitas diduga menjadi korban pungutan liar oknum Dinas Sosial Kabupaten Deli Serdang. Dua anak itu bernama Rimles sinaga (10) dan Ruben Sinaga (9). 

Marsisna Silitinga (32), Orang tua kakak beradik ini membeberkan kepada awak media bahwa dia dimintai uang Rp 1 juta oleh oknum bernama Ganda Aritonang, pegawai Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Deliserdang.‎

Menurut warga Jalan Konggo Kongsi, Kelurahan Sei Semayang, Dusun XII, Kecamatan Sunggal ini pada perayaan Natal Oikumene, anaknya menerima santunan berupa uang senilai Rp. 2 Juta dan dua kursi roda diperuntukkan kepada anak-anak cacat. Dia menerima bantuan itu tanpa perantara dari Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan. Namun, setelah hajatan itu selesai, Ganda Aritonang menahan kursi roda itu dengan alasan harus diperbaiki. Keluarga pun Lalu mempercayainya, dan langsung diantar pulang oleh kenalannya.

“Kami pulang tanpa membawa kursi roda itu. Tetangga kami, Mak Febri boru Aritonang, selaku yang menghubungkan kami kepada Ganda Aritonang, menyarankan supaya kami kasih uang seikhlas kami ke si Ganda,”ucap perempuan berambut ikal itu, Kamis (16/03/2017).

Sesampainya di Rumah, diapun memberi uang sebesar Rp 300 Ribu kepada orang yang disebut-sebut bernama Mak Febri, untuk disampaikan kepada Ganda Aritonang. Namun keesokan harinya, Mak Febri kembali menemuinya, dan meminta satu amplop yang diberikan Bupati. Namun, tidak serta merta diberikannya begitu saja. Ganda Aritonang pun kembali menghubungi mereka via telepon selular. Dia bilang baru akan memberikan kursi roda itu setelah keluarga menyerahkan uang Rp 1 juta kepadanya.

Pernyataan itu juga dibenarkan suami Marsisna, Rindu Sinaga. Dia mengatakan, sekitar tanggal 28 Desember 2016 dia diminta bertemu Ganda. Mereka pun bertemu di Jalan Binjai Km 13, Gang Horas, Kecamatan Sunggal, tak jauh dari rumahnya. Pria yang bekerja sebagai buruh pabrik kopi ini mengaku memberikan uang tunai Rp. 600 Ribu untuk menggenapi uang yang sebelumnya sudah diserahkan kepada Mak Febri.

“Setelah saya serahkan uang itu, barulah kursi roda diberikan kepada kami ” dikatakannya.

Ganda Aritonang, ketika sempat dikonfirmasi melalui telpon selulernya membantah telah menerima uang dari keluarga Rindu Sinaga. Ia berdalih pertemuan itu dikarenakan diwaktu bersamaan dirinya memang akan ketempat akan menuju tempat tersebut untuk menghadiri hajatan.

“Mana ada kuminta. Dimana mintanya, sedangkan aku sibuk, bagaimana mau jumpa,”ucapnya.

Saat ditanya soal pertemuan mereka di Jalan Binjai Km 13, Gang Horas, dia mengaku bertemu Rindu.

“Karena adanya undangan pesta di Binjai. Sekalianlah kubawa kursi rodanya biar gak habis biaya orang itu datang ke Lubukpakam, dan kusuruh tunggu di sana,” tegasnya.

Rimles Sinaga dan Ruben Sinaga kedua anak mereka hanya bisa duduk jika disandarkan. Ke Dua-duanya terlihat lemas, dan tidak berdaya terutama pada anggota tubuh kaki dan tanggannya. (Yug)

Comments
Loading...