Dituding Mengebom Rumah Warga, Ini Tanggapan TNI AL

MENARAnews, Medan (Sumut) –  Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Lantamal I) Belawan merespon kabar adanya kekerasan yang diduga dilakukan oknum prajurit TNI AL terhadap warga Dusun V Paluh Hiu, Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. 

Tudingan soal pengusiran, penganiayaan hingga pengeboman rumah di lahan dan rumah tersebut,  dibantah oleh pihak Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I Belawan (Lantamal I Belawan).

Kadis penerangan Lantamal I Belawan, Mayor Laut (KH) Sahala Sinaga saat dihubungi via seluler mengatakan, di lahan 450 hektar itu sama sekali tidak ada rumah warga dan tidak ada penduduk yang bermukim disana. Dia juga mengajak awak media untuk langsung mengecek lokasi tanah yang masih disengketakan dan masuk dalam proses di Pengadilan Deli Serdang itu.

“Disitu tidak ada rumah warga. Penduduk, saya bilang sama awak media, ayoklah kita kesana. Biar saya yang menyewa kapal. Sama sama lihat kesana,” kata Sahala Sinaga, Jumat (10/03/2017) sore.

Sahala juga menceritakan, lahan 450 hektar itu adalah hibah dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kepada Lantamal I Belawan. Sesuai peta bidang tanah No. 11/04/2012 tanggal 10 April 2012 dari Kanwil BPN Provinsi Sumatera Utara, sertifikat Hak pakai No 2 Tahun 2016 dari BPN Pemkab Deli Serdang atas nama Pemerintah Republik Indonesia Kementerian Pertahanan Republik Indonesia adalah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Diperkuat lagi dengan dasar pengukuran dan pemancangan patok tanda batas sebagai bukti  oleh pihak BPN Deli Serdang pada Tahun 2008,  diperkuat dengan sertifikat Hak Milik dari Badan Pertanahan Kabupaten Deli Serdang dengan No. 02.04.24.20.4.00002 Tahun 2012.  Hal itu berbalik dengan pengakuan salah satu pemilik lahan Ludik Simanjuntak yang mengklaim lahan itu milik mereka sejak tahun 1985 berdasarkan alas hak SK Camat.

“Jadi kita dihibahkan tanah 450 hektar dari pemkab Deli Serdang di Tahun 2008,” kata Sahala.

Saat sertifikat keluar dari BPN Deli Serdang tahun 2011, pihaknya malah digugat pihak lawan.

“Karena mereka menuntut kita gak berani melawan karena masih dalam proses. Namun pada saat penggugatan mereka menanami sawit,” katanya.

Pihak Lantamal I Belawan tidak terima. Karena sebidang lahan yang masih dalam silang sengketa tidak boleh sama sekali dikelola.  Namun tanah itu juga ditempati oleh beberapa orang pekerja lahan. Para pemilik juga mengklaim rumah yang ada diatas lahan adalah milik mereka. Rumah itu menurut Sinaga, bukan dibangun oleh warga.

“Itu kita yang bangun. Karena dulu kita bangun posko. Tapi karena belum ada surat, komandan memerintahkan agar tidak diteruskan,” ujarnya.

Lantamal I Belawan tidak terima apabila lahan itu masih ditempati.

“Sekarang kita sudah punya sertifikat, mereka menuntut tapi mereka masih disitu. Masa kita instansi yang resmi, kalah dengan seperti itu,” katanya.

Sahala juga mengungkapkan, para pekerja yang berada di lahan itu adalah warga asal Pekanbaru. Mereka juga tidak tahu kalau tanah itu masih dalam silang sengketa.  Lantamal I Belawan kembali menegaskan, tudingan soal penganiayaan, pengusiran dan pengeboman rumah warga tidak benar adanya.

“Jadi kalau dibilang ngebom, atau segala macamnya itu tidak benar. Kalau di bom sudah matilah,” ketusnya.

Kalaupun benar kabar yang beredar soal ada rumah di lahan tersebut, Sahala mempertanyakan soal IMB dan PBB nya.

“Kalaupun memang benar ada rumah disitu, seharusnya ada IMB dan PBB nya. Kita bisa tanya kecamatan dan kelurahan disana,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang pemilik lahan Ludik Simanjuntak mengaku ke awak media kalau dia mendapat perlakuan kasar dari sekelompok orang diduga TNI AL saat pengusiran pada Rabu (01/03/2017).  Ludik diangkat keluar dari rumah dan diancam akan dibuang ke laut.

“Saya diangkat mereka. Dan diancam mau dibuang ke laut. Saya bilang sama mereka, saya tidak akan mundur dari rumah itu,” kata pensiunan TNI AD berpangkat Pelda itu saat ditemui di Kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumut, Kamis (09/03/2017). (Yug)

Comments
Loading...