http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Dishub Tubaba Diduga Gelapkan Dana Retribusi Parkir

MENARAnews, Tubaba (Lampung) – Wakil Ketua I DPRD Tulang Bawang Barat (Tubaba), Yantoni menduga telah terjadi penggelapan dana retribusi parkir oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Tubaba yang seharusnya masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Yantoni seusai hearing atau dengar pendapat dengan Dishub di Ruang Rapat Komisi C pada hari Rabu (1/3/2017) lalu.

Yantoni menjelaskan bahwa pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang Barat itu salah satunya bergantung pada PAD, namun penerimaan dari Dinas Perhubungan dinilai sangat minim.

“Bahkan kita sudah turun di lapangan untuk menggali informasi dari masyarakat, itu terlalu jauh, jadi dimana dana PAD itu hilang apakah ini merupakan konspirasi antara pihak ketiga dengan Dinas Perhubungan atau jangan-jangan ini mutlak hilangnya di (Dinas) Perhubungan” tegas Yantoni.

Yantoni menambahkan bahwa dalam hearing tersebut, Dinas Perhubungan memberikan kejelasan bahwa hal tersebut karena pemungutan retribusi parkir dipihakketigakan dengan dasar mengacu pada Peraturan Bupati.

“Nah yang kita pertanyakan, dalam rekrutmen pihak ketiga itu, ada tidak mekanisme yang digunakan dalam menilai potensi, kapasitas dan bisa atau tidaknya dipercaya orang ini” ujarnya.

Selain itu, Yantoni juga memaparkan bahwa PAD Tahun 2016 dari Parkir yang diberikan oleh Dishub Tubaba sebesar Rp 28.000.000,-. Namun angka tersebut dianggap mustahil atau tidak mungkin dengan besaran parkir Rp 2.000,- se-kabupaten dalam setahun.

“Jika dihitung 28 juta itu perharinya dan dibagi 96 kampung, maka hanya ada sekitar Rp 700,- sampai Rp 800,- di setiap kampung setiap harinya, ini kan tidak masuk akal. Sedangkan parkir itu, satu kendaraan Rp 2.000,-. Kalau saya melihat ini kesalahan dari Perhubungan” pungkasnya.

Selain itu, tambahnya, ada bangunan yang telah kita buat seperti Puskesmas, berarti ada PAD tambahan yang harus disetorkan baik itu melalui pihak ketiga atau langsung oleh Dinas Perhubungan.

“Jika pihak ketiga mengambil dari situ, saya minta Dinas Perhubungan menuntut pihak ketiga karena telah menyalahi aturan yaitu pemungutan liar, karena ini adalah uang rakyat, uang kabupaten” tegasnya lagi.

Yantoni mengungkapkan bahwa sejauh ini PAD yang diberikan oleh Dishub Tubaba hanya berpatokan dengan angka tahun sebelumnya yang dijadikan target, sedangkan tahun sebelumnya PAD dari retribusi parkir hanya sekitar Rp 26 juta.

“Data terakhir, mereka memberikan sebanyak 26 juta sekian per tahun untuk parkir saja, sedangkan untuk tahun ini sebanyak 28 juta sehingga dinyatakan bahwa lebih dari target. Namun di lapangan, itu masih belum semua karena masih banyak dana parkir dari pasar-pasar dan lainnya. Untuk lebih gamblangnya kita undang lagi mereka tanggal 10 Maret untuk memberikan data yang kita minta untuk ditelaah” ungkapnya.

Berdasarkan penghitungan tersebut, Yantoni memperkirakan jumlah kerugian daerah yang ditimbulkan dari dugaan penggelapan dana retribusi parkir tersebut mencapai Rp 300 juta lebih.

“Estimasi kerugian daerah yang ditimbulkan akibat retribusi parkir ini mencapai Rp 300 juta lebih, kita ambil saja sampel di Pasar Mulya Asri itu 80 – 90 juta per tahun, kemudian Pasar Dayamurni itu 120 juta. Oleh karena itu, jika pihak-pihak terkait tidak dapat membuktikan secara lisan, maka DPRD akan merekomendasikan kepada penegak hukum untuk ditelaah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Tubaba Hariyanto saat dikonfirmasi oleh MENARAnews.com seusai hearing tersebut tidak ingin menjelaskan secara detail pembahasan dalam hearing yang tertutup tersebut.

“Intinya untuk peningkatan PAD, nanti kita akan melakukan verifikasi di lapangan, yang jelas kita mau clear, jika masih ada hal-hal yang bisa untuk meningkatkan PAD kita akan evaluasi. Untuk PAD dari parkiran sesuai dengan target” ujarnya. (RZ)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,689PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.