Dinas PM-PTSP Akan Usaha Layanan Perizinan Hanya Satu Jam

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kota Palangka Raya, Renson mengatakan pihaknya kini terus melakukan peningkatan kinerja dalam memberikan akses pelayanan kepada masyarakat.

“Ya, kalau memang bisa selesai satu jam, kenapa tidak. Atau kalau bisa selesai satu hari, kenapa mesti berhari-hari,”ungkapnya, Rabu (15/3).

Pernyataan itu Renson utarakan, menyikapi masih adanya keluhan terkait proses perizinan yang dirasakan belum maksimal. Padahal kata dia, segala kemudahan dalam memperoleh pelayanan perizinan dapat diperoleh masyarakat saat ini, dengan catatan harus memahami alur perizinan terlebih dahulu.

“Banyak yang ketika mau ngurus perizinan, inginnya praktis dan cepat segera selesai. Tanpa dipikirkan apakah alur atau tahapan perizinan yang dilalui apakah sudah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Padahal bila hal itu sesuai, maka prosesnya cepat dan ini sangat memudahkan,”ujarnya lagi menegaskan.

Saat ini lanjut Renson, kantor PTSP setempat telah memiliki sejumlah kewenangan dalam menangani perizinan. Diantaranya  izin pengurusan  SIUP, HO, izin perpanjangan trayek dan rekonstruksi, izin pemungutan sumbangan sosial hingga izin usaha bidang kepariwisataan maupun sejumlah pelayanan izin prima lainnya.

Hanya saja kata dia, setiap warga,  investor maupun pelaku usaha sebelum mendapatkan penanganan perizinan dari PTSP. Harus memenuhi persyaratan, terutama pada instansi yang berwenang sesuai bidang atau usaha yang dilakukan.

Misalkan terkait izin pemungutan sumbangan sosial, maka harus memenuhi perizinan dari Dinas Sosial. Hal yang sama juga berlaku bagi pelaku usaha yang mengurus izin reklame dan  IMB maka harus ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman. Begitupula untuk perizinan tempat hiburan, maka harus ke  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Lalu izin perpanjangan trayek dan rekonstruksi maka sebelumnya harus melalui Dinas Pekerjaaan Umum (PU) dan Pengairan.

”Jadi kantor PTSP hanya menerima berkasnya secara bersih. Bila itu lengkap dan memenuhi persyaratan, maka pelayanan akan mudah. Herannya banyak yang mengeluhnya kekantor PTSP, padahal harus melalui instansi yang berwenang memberi izin awal,” tandasnya.

Kantor PTSP Kota Palangka Raya saat ini lanjut Renson, juga telah melakukan terobosan agar terwujudnya pelayanan prima dengan didorong sistem pelayanan yang transparansi berbasis teknologi, yakni memperkuat lagi sebuah aplikasi perizinan secara online atau melalui aplikasi internet, sehingga memudahkan masyarakat melakukan proses perizinan dan tidak mesti harus datang ke kantor dengan cara manual.

“Tapi meski dengan sistem transparansi berbasis teknologi diberlakukan, tetap saja warga ataupun pelaku usaha maupun investor  perlu memenuhi persyaratan awal sesuai bidang dari perizinan yang ingin didapatkan,”tutup mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Palangka Raya ini.(AF)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...