Diduga terlibat Korupsi Dana PKBL, Mantan Kacab SHS Cabang Solok Ditahan Kejari Solok

 MENARAnews, Solok (Sumatera Barat) – Kejaksaan Negri Solok akhirnya menahan Emry Sain (56) Tersangka dugaan korupsi dana program Kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) tahun 2012. Pada saat itu, Tersangka menjabat sebagai Kepala Cabang PT. Sang Hyang Seri Cabang Solok.

Tersangka yang beralamat di Kabupaten Padang Pariaman ini diduga menyalah gunakan atau menyelewengkan dana bantuan dari BUMN pembina program PKBL yaitu dari PLN Sebesar 1,6 Milyar dan dari PT. Garuda sebesar 2 Milyar. Total keseluruhan potensi kerugian negara mencapai 3,6 Miluar rupiah.

“Jadi PT. Sang Hyang Seri cabang Solok ditunjuk sebagai BUMN Penyalur atau sebagai operator GP3K program PKBL pada tahun 2012,” Ungkap Kasi Pidsus Kejaksaan Negri Solok Wahyudi Kuoso saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa 21 Maret 2017.

Dijelaskannya, tersangka bersama asistennya Efriyanti membuat proposal fiktif tentang pengajuan kredit dimana seolah olah diajukan oleh kelompok tani untuk mendapatkan persetujuan pinjaman dana dan diteruskan ke kantor pusat.

“Saudari Efriyanti membuat proposal dengan sebagian data benar kemudian dimanipulasi fiktif data Rencana Definitif kebutuhan Kelompok (RDKK) dengan memalsukan tanda tangan, stempel milik masing -masing kelompok tani, luas lahan dan jenis pertanian Gapoktan,” terangnya.

Ada 9 kelompok tani yang dimanipulasi datanya. Setelah proposalnya rampung dan disetujui oleh Emry Sain selaku kepala cabang PT. SHS Cabang Solok, lalu Proposalnya dikirim ke PT. Sang Hyang Seri pusat dan ditembuskan ke kantor regional IV di medan.

Dalam kurun waktu 2 minggu, Dana bantuan tersebut cair dan dikirim dari SHS Pusat ke rekening milik 2 kelompok tani. Satunya dikirim ke rekening ketua keltan Gaung Diana Rozi sebesar 1,6 Milyar dan satunya lagi dikirim melalui rekening Ketua Keltan Sumber Rezeky Atas nama Sukatma sebesar 2 Milyar Rupiah.

“Uang bantuan yang sudah masuk ke rekening keltan tersebut kemudian ditarik keseluruhannya lagi oleh tersangka baik secara transfer maupun secara tunai,” jelas Wahyu.

Sementara itu Kejari Solok Aliansyah mengatakan kasus tersebut terungkap berkat penyidikan yang dilakukan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Solok.

“Hari ini kita lakukan penahanan terhadap salah satu tersangka atas nama Emry Sain selama 20 hari mendatang dan tersangka dikirim ke Rutan Kelas II B Padang di Kota Padang,” Beber Aliansyah didampingi jajaran Kasi kejaksaan Negeri Solok.

Sementara penahanan 1 tersangka lainnya atas nama Efrianti yang merupakan mantan asisten tersangka belum bisa dilakukan akibat tersangka saat ini dalam keadaan sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.

“Usai Penyerahan tersangka dan Barang bukti Dari tim penyidik kejari solok kepada tim penuntut umum kejari Solok atau tahap II, Kita upayakan untuk dilimahkan secepatnya ke pengadilan Tipikor Padang untuk disidangkan,” Tutup Aliansyah.

Dari pantauan di Kejaksaan Negri Solok, Tersangka dikirim menggunakan sebuah unit mobil plat merah Dengan Nopol BA 1530 P dan dikawal oleh dua orang anggota Polres Solok Kota Sekitar pukul 18.00 wib.

Tersangka Tampak santai keluar dari ruangan Pidsus dengan mengenakan kemeja putih celana jeans dan dibalut rompi tahanan. (AD)

Comments
Loading...