http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Di Palangka Raya, Anggaran dan Jaringan Internet Jadi Kendala Penerapan UNBK

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Saat ini sekolah-sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) sederajat dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di bawah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya sedang mempersiapkan peserta didiknya untuk menghadapi ujian nasional (UN) baik sistem manual atau sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) terutama yang diberlakukan bagi sekolah pada tingkat SMP. Harapan agar sekolah tingkat SMP tersebut dapat menyelenggarakan UNBK, tampaknya masih belum seutuhnya tercapai, karena adanya berbagai hambatan atau kendala.

Hal tersebut pun tidak dipungkiri anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Rusdiansyah yang mengatakan, sistem UNBK tampaknya akan sulit terealisasi sebagaimana yang diharapkan selama ini. Alasannya tidak lain adalah soal anggaran yang dibagikan dari APBD kepada sekolah-sekolah dinilai belum mampu melengkapi fasilitas dan perangkat komputer sebagai perangkat lunak utama dalam penyelenggaraan UNBK.

“Pemko melalui Disdik tentu berkeinginan untuk terus meningkatkan jumlah sekolah yang memiliki komputer terbatas menjadi dapat memenuhi kebutuhan ketika digunakan untuk ujian nanti, tapi apa daya anggaran menjadi kendala utama untuk memenuhi hal tersebut,” tandas Uwah begitu Rusdiansyah akrab disapa saat berbincang, Kamis (02/03) di Ruang Kerjanya.

Lebih lanjut politisi PKB Kota Palangka Raya itu menjelaskan, selain terkendala masalah anggaran untuk pembelian komputer, kendala lainnya yakni masih banyak sekolah SMP sederajat di Kota Palangka Raya yang belum terjangkau dengan baik oleh jaringan internet.

”Ya, ini harus kita akui juga, bahwa masih banyak sekolah yang terkendala jaringan internet, terutama di daerah pinggiran. Nah, ketika permasalahan ini muncul, maka tentu menjadi bagian kendala dalam pencapaian sekolah yang bisa setiap menghadapi UN bisa dilakukan dengan berbasis komputer,” jelasnya.

Dulunya lanjut Uwah, pihak Komisi C pernah menyarankan, terutama pada jenjang Sekolah Menegah Atas (SMA) sebelum dialihkan pengelolaannya ke Disidik Provinsi, misalkan saja ketika sekolah berkeinginan besar memaksakan peserta didiknya harus menempuh ujian sistem UNBK, maka bisa berkoordinasi dengan dengan sekolah yang telah siap melaksanakan UNBK. Dalam arti kata bisa berganti dalam memakai peralatannya. Hanya saja tentu hal tersebut akan sulit dilakukan, karena harus melalui berbagai sebab akibat.

“Ada juga pemikiran kami, misalkan ada sekolah yang sudah siap ikut UNBK karena fasilitas dirasa cukup memenuhi jumlah siswa, namun kendalanya dijaringan internet yang tidak ada. Tentu ini bisa saja dilakukan, misalkan hasil jawaban UN peserta didik dikumpulkan lewat perantara Disdik untuk dikirimkan lagi ke server pusat. Tapi lagi-lagi soal ini juga menjadi sulit dilakukan,” tandasnya.

Kendala dan hambatan tersebut tambah Uwah, menjadi pekerjaan bagi pemerintah kota, agar bagaimana meningkatkan jumlah sekolah dapat memiliki komputer yang bisa digunakan untuk ujian anak didik, terutama dalam peningkatan anggaran. Selain itu perlu berkoordinasi dengan pihak swasta yang berperan dalam bidang usaha telekomunikasi untuk mencari jalan dalam penguatan akses informasi dapat menjangkau ke daerah pelosok terjauh.(AF)

Editor : Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,694PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.