Dendam Jadi Alasan Timbul Bunuh Wartawan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Ternyata motif pelaku pembunuhan wartawan koran mingguan Senior Amran Parulian Simanjuntak karena dendam. Hal tersebut berdasarkan pengakuan Pelaku, Timbul Sihombing (39) kepada penyidik.
Setelah membunuh Amran, Timbul berhasil diringkus dalam hitungan jam saja. Timbuk berhasil ditangkap di Lapangan Merdeka Binjai, (29/03/2017) sore.
Kepada penyidik, warga Jl Pasar Besar, Sei Semayang, Sunggal, Deli Serdang itu menyebut, korban memiliki utang kepadanya sebesar Rp 4 juta. Dia mengaku telah berulang kali menagih utang tersebut, namun tak kunjung dikembalikan. Korban pun selalu memaki tersangka karena jengkel terus ditagih.
“Tidak terima dimaki, kemarin, pelaku sengaja dari rumah sudah mempersiapakan diri bawa senjata tajam. Datang ke rumah korban untuk menagih utang tapi korban tetap ngotot tidak mau,” kata Direktur Ditreskrimum Polda Sumut Kombes Nur Fallah di Mapolda Sumut, Kamis (30/03/2017).
Pagi sebelum pelaku menikam korbannya, sempat terjadi keributan. Perkelahian pun terjadi. Saat itulah pelaku mengambil senjata tajam dan menusuk korbannya.
“Setelah membunuh, pelaku lari ke Binjai, dikejar dan ditangkap sekitar pukul 17.00 WIB di lapangan merdeka Binjai,” ujar dia..
Kepada petugas, Timbul mengatakan, uang sebesar Rp 4 juta itu diberikan orangtuanya kepada Amran. Biaya itu katanya sebagai biaya rehabilitasi lantaran Timbul diduga sebagai pemakai narkoba.
“Info dari orangtua tersangka, korban saat diminta bantuan menggunakan pakaian BNN, sehingga orangtuanya yakin dan minta dia merehab anaknya,” kata Nur Fallah.
Namun, bukannya direhabilitasi, tersangka malah dibawa ke rumah kosong selama satu malam. Di sana, dia diborgol dan dipukuli oleh korban. Tersangka yang merasa tidak direhabilitasi kemudian meminta korban untuk mengembalikan uang orangtuanya sebesar Rp4 juta.
“Sudah ada perkelahian sebanyak dua kali. Tersangka sering datang ke rumah korban untuk minta dikembalikan uangnya,” ujar dia.
Saat ini, tersangka berikut barang bukti yang digunakan saat pembunuhan terjadi telah berada di Mapolda Sumut untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polisi pun telah melakukan tes urine terhadap tersangka yang diduga mengonsumsi narkoba. Namun, hasilnya negatif.
“Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” kata Nur Fallah.
Amran Parulian Simanjuntak (36) tewas ditikam tak jauh dari sekolah putrinya di Jl Medan-Binjai Km 13,8, Sei Semayang, Sunggal, Deli Serdang. Wartawan koran mingguan Senior ini diketahui berangkat dari rumah menuju sekolah putrinya di TK Valentine. Setidaknya ada enam luka tikaman yang ditemukan di tubuh Amran. (Yug)
Comments
Loading...