Dapat Hibah Tanah, Kelurahan Panarung akan Bangun Panti Rehabilitasi

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Peredaran gelap dan penyaalahgunaan narkoba di Kelurahan Panarung Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya, terbilang cukup tinggi. Hal tersebut diperkuat dengan data dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Palangka Raya. Menyikapi kondisi tersebut pihak kelurahan pun akhirnya mengambil kebijakan untuk mendirikan panti rehabilitasi bagi korban Napza tersebut.

“Kebijakan untuk mendirikan panti rehabilitasi di Kelurahan Panarung, kami rasa sudah tepat, terlebih berdasarkan data dari BNNK, dimana peredaran gelap dan penyalahgunaan  narkoba di Kelurahan Panarung sudah sangat mengkhawatirkan. Maka itu, semua komponen masyarakat perlu siaga,” ungkap Lurah Panarung, Marliansyah.

Menurutnya, dengan berbekal tanah hibah yang didapatkan dari Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya seluas 2 (dua) hektar, maka pihak kelurahan menggandeng Yayasan Al Ikhlas untuk bersama-sama mendirikan panti rehabilitasi. Yayasan Al Ikhlas itu sendiri, sejak awal tahun 2016 sudah bergerak sebagai panti rehabilitasi bagi korban Napza,  yang dilakukan secara mandiri, baik dalam hal pengadaan fasilitas maupun tenaga perawatan untuk menangani para ‘Residen’ (istilah pasien), yang terpapar pada penyalahgunaan narkoba.

“Tanah hibah ini riwayatnya adalah merupakan kawasan milik Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri), namun sejak tahun 80-an telah dihibahkan untuk pemko. Ibarat gayung bersambut, pihak pemko setuju manakala pihak Kelurahan Panarung memohon agar tanah tersebut dimanfaatkan sebagai panti rehabilitasi Napza,” jelas Marliansyah, usai meninjau lokasi tanah hibah yang bakal dijadikan tempat panti rehabilitasi penyalah gunaan Jum,at (24/03), di Jalan Wortel II kelurahan setempat.

Dilanjutkan dia, setelah disetujuinya hibah tanah tersebut maka, pihak kelurahan bersama dengan yayasan mulai melakukan pembangunan. Pengerjaaan didahului dengan proses  pembukaan maupun pengerasan badan jalan,  baru kemudian dilanjutkan pembangunan kantor panti dan aula pendoponya.

Pun demikian, untuk  menunjang pembangunan panti rehabilitasi itu, pihak kelurahan maupun yayasan sebelumnya sudah mengajukan proposal bantuan, dimana akhirnya mendapat dana cair baik dari Pemerintah Provinsi Kalteng maupun Pemerintah Kota Palangka Raya dengan total sebesar Rp.125 juta rupiah.

“Kami mendapatkan bantuan dana dengan rincinan, pemerintah kota sebesar Rp100 juta dan pemerintah provinsi Rp. 25 juta. Namun menurut hemat kami dana itu akan kurang. Sehingga ke depan kami akan tetap mengajukan proposal bantuan hingga pembangunan selesai, baik yang bersumber dari pemerintah daerah, bahkan pihak swasta seperti perbankan, perusahaan maupun siapa saja yang simpatik dengan keinginan ini,”harapnya.

Ke depan tambah dia, pihak kelurahan akan memantapkan kerjasama dengan BNNK Palangka Raya. Terutama kerjasama dalam penanganan setiap ada residen atau pasien harus direhabilitasi.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...